LETUSAN GUNUNG AGUNG: Garuda Indonesia Batalkan 88 Penerbangan

Bisnis.com, JAKARTA Maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membatalkan 88 penerbangan dari dan menuju Bali menyusul dengan adanya letusan Gunung Agung, Bali.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 November 2017 14:50 WIB
Sejumlah calon penumpang memperhatikan layar informasi jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu (25/11). ANTARA FOTO - Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membatalkan 88 penerbangan dari dan menuju Bali menyusul dengan adanya letusan Gunung Agung, Bali.

VP Corporate Communication Pelaksana Harian Hengki Heriandono mengatakan melalui siaran pers yang diterima Bisnis.com, Senin siang (27/11) berdasarkan Notification to Airman (NOTAM) alias Informasi Operasional Penerbangan No. A4242/17 bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara waktu.

NOTAM tersebut dikeluarkan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan atau AirNav Indonesia terkait dengan sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung, Bali, maka pada Senin (27/11/2017) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sampai pukul 07.15 WITA besok pagi, Selasa (28/11/2017).

Hengki mengatakan oleh sebab itu 88 penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia untuk tujuan dari dan ke Bali dibatalkan. Adapun 88 penerbangan itu terdiri dari 42 penerbangan yang akan tiba di Bali dan 46 penerbangan yang akan berangkat dari Bali.

Dia menjelaskan dengan situasi force majeure ini, maka seluruh penumpang Garuda Indonesia yang memiliki tiket penerbangan tujuan dari dan ke Bali, terkena dampak dari penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali dan pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia.

Akibat dari sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung maka Garuda Indonesia memberikan pilihan untuk merubah jadwal penerbangan atau reschedule,memperpanjang masa berlaku tiket sampai dengan enam bulan sejak terjadinya force majeure, merubah rute perjalanan atau reroute, serta mengganti nama dan berlaku hanya satu kali penggantian saja, atau untuk melakukan full refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dia menambahkan Garuda Indonesia akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung tersebut, khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan. Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Bali tersebut akan dilayani kembali setelah sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mereda dan kembali dalam situasi normal.

Sampai saat ini penerbangan Garuda Indonesia untuk tujuan dari dan ke Bandara Internasional Lombok Praya pun masih dibatalkan, mengingat sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung masih mengganggu lintasan penerbangan untuk tujuan penerbangan ke Lombok tersebut.

Dia juga mengimbau bagi para penumpang untuk memperbaharui nomor kontak atau alamat e-mail yang tercantum pada tiket, agar perseroan dapat menghubungi apabila terjadi perubahan dalam penerbangan. Penumpang juga bisa mengunjungi website www.garuda-indonesia.com atau akun twitter @indonesiagaruda untuk mengetahui informasi terbaru.

Tag : garuda indonesia
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top