Gunung Agung Erupsi, Lion Air Group Batalkan 52 Penerbangan

Grup maskapai penerbangan milik Rusdi Kirana, Lion Air Group mengumumkan pembatalan 52 nomor penerbangan dari dan menuju Bali menyusul erupsi Gunung Agung, Bali.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 November 2017 13:45 WIB
Sejumlah penumpang turun dari pesawat Lion Air setelah gagal berangkat menuju ke Surabaya setelah penutupan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/11). Penutupan ini dilakukan karena ada debu vulkanik erupsi Gunung Agung, Bali, pada rute penerbangan Lombok-Surabaya. ANTARA FOTO - Syaiful Arif

Bisnis.com, JAKARTA – Grup maskapai penerbangan milik Rusdi Kirana, Lion Air Group, mengumumkan pembatalan 52 nomor penerbangan dari dan menuju Bali menyusul erupsi Gunung Agung, Bali.

Ramaditya Handoko, Corporate Communication Lion Air Group menyatakan beberapa maskapai Lion Air Group seperti Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, dan Thai Lion Air yang seluruhnya beroperasi melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Ngurah Rai Bali terpaksa membatalkan sejumlah jadwal penerbangannya demi alasan keselamatan dan keamanan bersama.

Hal ini menyusul perkembangan aktifitas terhadap Abu Vulkanik Gunung Agung yang kini menyebabkan ditundanya seluruh kegiatan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sejak Senin (27/11/2017) pukul 07.15 WITA hingga Selasa (28/11/2017).

“Seluruh pelanggan Lion Air Group yang terkena dampak pembatalan penerbangan tersebut dapat melakukan refund dan me-reschedule jadwal penerbangannya dengan menghubungi pelayanan call center maupun customer service Lion Air Group yang tersedia di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar, Bali, maupun bandara – bandara asal yang menuju Denpasar,” ujar Ramaditya melalui siaran pers, Senin (27/11/2017).

Rama mengatakan maskapai Lion Air pada Senin pagi (27/11/2017) membatalkan 52 nomor penerbangan yang melayani penerbangan dari dan menuju Denpasar untuk rute domestik maupun internasional. Sementara maskapai Wings Air terpaksa tidak mengoperasikan 25 nomor penerbangannya, dan untuk Batik Air membatalkan 14 nomor penerbangan.

Mengenai maskapai Lion Air Group yang berbasis di Malaysia yaitu Malindo Air pun juga turut membatalkan 4 nomor penerbangan dari Kuala Lumpur, begitupun Thai Lion Air yang berbasis di Thailand juga tidak mengoperasikan 2 nomor penerbangan yang melayani tujuan Bangkok – Denpasar.

Rama menambahkan akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait seperti penyelenggara layanan meteorologi penerbangan, penyelenggara navigasi penerbangan, pengelola bandara, otoritas bandara, serta beberapa pihak lainnya. Hal ini tentu dilakukan bersama sama untuk tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

Dia pun mengimbau para pelanggan mengerti atas ketidak nyamanan ini karena ada nya faktor alam yang terjadi dan tidak memungkinkan bagi operasional penerbangan di kawasan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali untuk sementara ini karena terdapat Volcanic Ash Gunung Agung di ruang udara Bandara tersebut.

Sementara itu, Bandara Internasional Lombok Praya yang pada hari Minggu (26/11/2017) kemarin ditutup kembali beroperasi Senin pagi (27/11/2017). Dia berharap kondisi akan kembali normal dengan segera sehingga aktivitas pelayanan penerbangan dari maupun menuju Bali dapat berjalan kembali.

“Kami akan terus menginformasikan kepada pelanggan Lion Air Group jika adanya perkembangan dan informasi terbaru terhadap hal ini. Manajemen Lion Air Group pun ber terima kasih atas tindakan yang sigap terkait hal ini dari pihak authority dan seluruh stakeholder penerbangan yang terkait sehingga keselamatan dan keamanan penerbangan tetap terjaga,” tutup Rama.

Tag : lion air
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top