Cerita Penumpang Lion Air Diturunkan Meski Pintu Pesawat Sudah Ditutup

Sejumlah penumpang pesawat beralih ke moda transportasi darat karena tidak bisa terbang dari Bandara Ngurah Rai yang ditutup sejak Senin (27/11/2017) pagi akibat debu vulkanik Gunung Agung.
Ema Sukarelawanto | 27 November 2017 10:00 WIB
Sejumlah calon penumpang memperhatikan layar informasi jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu (25/11). ANTARA FOTO - Wira Suryantala

Bisnis.com, DENPASAR - Sejumlah penumpang pesawat beralih ke moda transportasi darat karena tidak bisa terbang dari Bandara Ngurah Rai yang ditutup sejak Senin (27/11/2017) pagi akibat debu vulkanik Gunung  Agung.

SIMAK : 445 Penerbangan Dibatalkan ke dan dari Ngurah Rai Gara-gara Gunung Agung Meletus

Rudi Supriadi, seorang penumpang Lion JT929 yang akan berangkat ke Surabaya mengatakan sekitar pukul 07.00 WITA sudah berada di dalam pesawat dan bahkan pintu sudah ditutup.

“Tetapi sebentar kemudian ada pengumuman meminta seluruh penumpang turun, karena dampak abu Gunung Agung,” katanya.

Dia mengaku ada suatu pekerjaan di Surabaya dan sedang mempertimbangkan untuk membawa mobil saja dari Denpasar.

BACA : 100 Bus Gratis Disiapkan di Ngurah Rai

Revianti, penumpang lain yang akan pulang ke Surabaya setelah berwisata di Bali terpaksa mengurus pengembalian uang tiket di meja refund Lion Air. Dia bersama tiga orang kawannya memutuskan menyewa mobil dan sopir biar lancar hingga ke Surabaya.

Lain halnya dengan Ari Aditya yang sedang mengurus famili yang akan pulang ke Bandung dari Mataram, telah menukar tiket pesawat dan mengalihkan ke transportasi darat, laut, dan kereta api.

“Kami dari Mataram menyeberang ke Bali dan langsung ke Banyuwangi. Nanti pukul 22.00 [Senin malam] kami akan menggunakan kereta api Mutiara Timur ke Surabaya, besok pagi  lanjut pakai pesawat ke Bandung,” ujarnya.

Moda transportasi darat dan laut dipilih karena, kata Ari, belum ada kepastian kembalinya operasional bandara. “Ya, aktivitas Gunung Agung kan tidak ada yang bisa memastikan pula,” katanya.

Call Center Kereta Api Indonesai (KAI) 121 menginformasikan kereta Mutiara Timur dari Banyuwangi ke Surabaya masih menyisakan sekitar 100 kursi baik kelas eksekutif maupun bisnis untuk perjalanan malam ini. 

“Call center ini melayani informasi dan reservasi selama 24 jam,” kata petugas call center.

Selain bus reguler dari Terminal Mengwi, Badung, untuk transportasi ke Banyuwangi, calon penumnpang bisa pula menggunakan bus Damri dengan menghubungi 0361 232793 yang bisa mengantar hingga stasiun di Banyuwangi.

Bandara Ngurah Rai ditutup sesuai Notice to Airman (Notam) No: A4242/17 sejak pukul 07.15, Senin (27/11/2017) selama 24 jam hingga pukul 07.15, Selasa (28/11/2017) karena abu vulkanik Gunung Agung.

Dalam pengumuman yang ditandatangani GM Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi itu disebut seluruh penerbangan dari dan ke Ngurah Rai dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

 

Tag : gunung agung
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top