Bandara Ngurah Rai dan Lombok Praya Masih Aman

Kementerian Perhubungan mengatakan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali dan Bandara Internasional Lombok Praya masih dibuka dan beroperasi dengan normal.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 November 2017 09:48 WIB
Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung. ANTARA FOTO - Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA –Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali dan Bandara Internasional Lombok Praya masih dibuka dan beroperasi dengan normal.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan berdasarkan laporan dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Denpasar, kondisi bandara masih aman. Dari hasil paper test yang dilakukan, juga belum ada tanda-tanda vulcano ash (VA) di seputar bandara.

Agus meminta segenap penyelenggara layanan penerbangan di Bali, Lombok dan sekitarnya, baik itu maskapai penerbangan, pengelola bandara, penyelenggara navigasi penerbangan, otoritas bandar udara dan penyelenggara layanan meteorologi penerbangan untuk tetap waspada.

"Keselamatan penerbangan harus didahulukan. Jangan memaksakan penerbangan jika memang kondisi berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tidak memungkinkan untuk operasional penerbangan," ujar Agus melalui siaran pers, Minggu sore (26/11/2017).

Dia mengatakan berdasarkan Vulcanic Ash Advisory Centre atau VAAC Darwin bahwa arah debu vulkanik menuju Bandara Internasional Lombok Praya (LOP). Perkiraan tersebut telah di check sampai pukul 16:20 WIT dan Bandara Lombok (LOP) tidak terdeteksi adanya VA.

Maka, jika secara langsung terdampak VA dengan dibuktikan dengan Paper Test yang Positif maka bandara akan ditutup dengan menjalankan Standart Operation Procedure (SOP) masing-masing operator yang terkait.

Agus juga mengingatkan agar pelayanan kepada penumpang tidak diabaikan. Jika terjadi delay, semua harus bekerjasama untuk melakukan pelayanan kepada penumpang sesuai aturan yang berlaku sehingga penumpang tetap nyaman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

Sampai dengan 17.26 WIB sudah ada 20an penerbangan yang cancel karena alasan keselamatan terkait letusan Gunung Agung ini, diantaranya maskapai Jet Star, Virgin, KLM dan Air Asia Malaysia.

Sebagai informasi, abu vulkanis letusan tersebut berada di ketinggian hingga 26.000 ft dan mengarah ke Tenggara dengan kecepatan 10 knots. Berdasarkan hal tersebut status VONA meningkat dari Orange menjadi Red sehingga beberapa ATS route terdampak, para pilot airlines diwajibkan mengikuti panduan yang diberikan oleh airnav indonesia sebagai operator air navigation.

Sementara itu, Manajemen Bandara Ngurah Rai, PT Angkasa Pura I (Persero) juga melakukan pengamatan dan pengawasan terkait dengan keselamatan operasi penerbangan. Corporate Secretary AP I Israwadi mengatakan, hasil pengamatan satelit milik BMKG dan hasil pantauan visual beberapa pilot yang terbang di atas Bali, kondisi Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Lombok Praya saat ini belum terkena dampak peningkatan aktifitas Gunung Agung.

“Bandara masih beroperasi secara normal, aman dan lancar,” ucapnya.

Israwadi menjelaskan bahwa sesuai prosedur Airport Disaster Management Plan, instansi – instansi terkait di Bandara seperti BMKG, Airnav Indonesia, Otoritas Bandara Wil.IV dan para airline akan melakukan koordinasi secara intens.

Beberapa langkah antisipasi yang akan dilakukan yaitu berkoordinasi dengan BMKG, Perum LPPNPI, dan pihak maskapai dan menyiapkan pembukaan crisis center di bandara berikut fasilitas penunjangnya, seperti layanan hotline contact center 172, help desk maskapai untuk penumpang, dan media center untuk awak media massa.

Kendati bandara tetap beroperasi, beberapa maskapai yang memutuskan untuk membatalkan penerbangannya dari dan ke Bali. Dia mengatakan ada 4 maskapai asing yaitu Jetstar Australia, Virgin Australia, KLM, Qantas yang membatalkan penerbangannya ke Bali, sebagian besar adalah rute dari dan ke Australia.

“Totalnya ada 16 penerbangan. Dan ini sepenuhnya meupakan kebijakan masing-masing airline, karena bandara sendiri masih beroperasi normal” tambah Israwadi.

Dengan adanya pembatalan penerbangan ini, pihak Angkasa Pura I di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah menyiapkan Repacking Area yang terletak di area public terminal keberangkatan internasional sebagai tempat kumpul dan beristirahat bagi calon penumpang yang tidak dapat kembali ke hotel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gunung agung

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top