Gunung Agung Erupsi, Garuda Indonesia Batalkan Penerbangan Ke Bali

Bisnis.com, JAKARTA Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Bali dan sekitarnya menyusul erupsi Gunung Agung di Bali.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 27 November 2017 09:17 WIB
Pilot dan kru pesawat mengabadikan momen terakhir bersama pesawat Garuda Boeing 747-400 di Hanggar 4 GMF Aero Asia, Tangerang, Banten, Senin (9/10). - JIBI=Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Bali dan sekitarnya menyusul erupsi Gunung Agung di Bali.

VP Corporate Secretary Pelaksana Harian Hengki Heriandono mengumumkan melalui siaran pers, ada 18 penerbangan Garuda Indonesia untuk tujuan dari dan ke Lombok pada Minggu sore (26/11/2017) dibatalkan.

Menurutnya, Garuda Indonesia memberlakukan kebijakan pembebasan biaya cancellation fee, rebooking atau reroute fee, refund fee, ADM fee dan fee perubahan tiket lainnya bagi para penumpang yang telah memiliki jadwal penerbangan dari dan ke Lombok tersebut.

Dia menjelaskan Garuda Indonesia masih terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung khususnya aktivitas sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan

Sementara itu, untuk penerbangan Garuda Indonesia tujuan dari dan ke Bali sampai saat ini tetap beroperasi dengan normal dan lancar, mengingat sampai saat ini untuk rute penerbangan dari dan ke Bali tersebut tidak terkena dampak sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung tersebut.

Maskapai berbiaya murah anak usaha Garuda Indonesia, Citilink Indonesia juga mengumumkan pihaknya ikut waspada atas erupsi Gunung Agung sejak Sabtu (25/11).

Vice President Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar mengatakan hingga saat ini Citilink Indonesia terus melakukan kordinasi ketat dengan sejumlah instansi dalam mewaspadai segala perkembangan erupsi Gunung Agung di Bali. Selain melakukan pemantauan secara ketat, Citilink Indonesia juga melakukan kordinasi secara internal untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang dapat terjadi.

"Berdasarkan kordinasi manajemen, Citilink Indonesia telah mempersiapkan beberapa rencana tanggap bencana seperti pengalihan penerbangan yang terganggu asap maupun abu vulkanik Gunung Agung ke beberapa bandara terdekat," kata Benny.

Namun, persiapan sejumlah bandara sebagai tujuan pengalihan penerbangan ini juga diaesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pasalnya, jika abu vulkanik tertiup ke arah barat maka penerbangan akan dialihkan ke Lombok dan Kupang, sedangkan jika angin bertiup ke arah timur maka dialihkan ke Surabaya, Yogyakarta atau Solo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top