5G Dongkrak Pendapatan Hingga 30%

Bisnis.com, JAKARTA PT. Ericsson Indonesia mengklaim pemanfaatan teknologi 5G bisa mendongkrak pendapatan operator hingga 30%.
Pandu Gumilar | 27 November 2017 14:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT. Ericsson Indonesia mengklaim pemanfaatan teknologi 5G bisa mendongkrak pendapatan operator hingga 30%.

Fredrik Jejdling, EVP & Head of BA Network Ericsson, mengatakan berinvestasi pada pemanfaatan jaringan 5G yang dilakukan saat ini akan berimbas pada peningkatan pendapatan yang signifikan pada 2026.

"Pemanfaatan ini pasti ikut mendorong terealisasinya ekonomi digital yang menjadi program pemerintah," kata Jejdling, Senin (27/11).

Dia melanjutkan terdapat perbedaan signifikan antara teknologi 4G dan 5G. Teknologi 5G bukan hanya memberikan koneksi yang lebih cepat dibandingkan teknologi 4G, tetapi juga berfungsi tanpa latensi.

Kekuatan utama tersebut cocok untuk pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) yang saat ini sedang marak. Tidak adanya latensi menjadikan IoT lebih responsif dan bekerja dalam real time.

Menurutnya, kedua teknologi ini bagus jika diimplementasikan pada sektor industri seperti pabrik yang memerlukan automasi atau layanan kesehatan yang ingin memanfaatkan kendali jarak jauh.

Jejdling menjelaskan teknologi 5G tidah hanya bisa digunakan untuk sektor industri. Amerika, misalnya, memanfaatkan teknologi 5G untuk sektor konsumer. Dia memperkirakan pemanfaatan teknologi 5G di Indonesia akan mirip seperti Cihna, yaitu untuk sektor industri manufaktur.

Saat ini, PT. Ericsson Indonesia sedang gencar melakukan uji coba jaringan 5G untuk bersiap dengan penerapan menyeluruh pada 2022.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teknologi 5G

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top