3 Kendala Kaum Milenial Punya Rumah di Zaman Now

Kenaikan harga properti ternyata tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, hal itu juga terjadi negara maju seperti Inggris, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Australia.
Anitana Widya Puspa | 27 November 2017 16:22 WIB
Rumah pesisir - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga properti ternyata tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, hal itu juga terjadi negara maju seperti Inggris, Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Australia.

Akibatnya, kondisi tersebut membuat sebagian besar generasi milenial tidak dapat memiliki properti impian. Mereka hanya mampu sebatas menyewa atau mendaftarkan diri untuk mendapatkan subsidi hunian dari pemerintah.

Menurut pendiri Trinity Property Group Bong Chandara beberapa kesulitan generasi millenial belum bisa memiliki properti di usia muda karena di antaranya tidak memilik sejarah rekening. Ada pula kendala terbesar lainnya, antara lain sebagai berikut :

1. Tak punya cukup dana untuk down payment

Sebagian dari kaum millenialmemiliki penghasilan yang cukup untuk mambayar cicilan bulanan properti. "Namun kendalanya bukan itu, tapi tidak cukupnya dana untuk membayar down payment (DP) diawal pembelian properti," ucapnya.

2. Tak bankable

Ditolaknya proses KPR atau KPA dari bank. Alasannya, cash flow pada rekening yang tidak memenuhi standar dan history tunggakan kartu kredit.

3. Financial planning yang buruk

"Ini kendala klasik yang menjadi penghambat terbesar kaum millenials yakni masalah financial," ucapnya. Padahal di usia produktif, sebenarnya menghasilkan lebih banyak dari orang lain. Namun disaat bersamaan juga menghabiskan lebih banyak dari orang lain.

Sebuah data terbaru dari Business Insider mengungkapkan bahwa sebagian besar pengeluaran generasi millennial dihabiskan untuk gaya hidup, seperti fashion, makan di restoran, dan traveling.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada sebuah program yang diciptakan bagi 125 juta generasi millenial di Indonesia agar dapat memiliki properti pertamanya dalam atau kurang dari 5 tahun. Program itu adalah Property for Millenials (PFM).

Program PFM didukung penuh oleh Triniti Property Group melalui proyek terbarunya yakni Collins Boulevard, yang berlokasi di Jalan Raya Serpong, Tangerang. Dengan program seperti ini diharapkan kaum millenial di Indonesia tidak seperti di negara lainnya. Kebayakan di luar negeri kaum millenial belum memiliki peroperti yang harganya terus meningkat.

"Ya harapan ingin menjadikan kaum millenial Indonesia tidak seperti negara lain, tidak punya tempat tinggal. Kebayakan juga mereka masih menyewa," ujar Bong.

Tag : properti
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top