Gunung Agung Mengeluarkan Abu Hitam, Bali Masih Aman

Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyakini kondisi Bali masih aman meskipun Gunung Agung sempat mengeluarkan abu hitam pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17.30 WITA .
Amanda Kusumawardhani | 26 November 2017 14:42 WIB
Abu vulkanik Gunung Agung terpantau mengarah ke tenggara dengan kecepatan 18 km per jam - Bisnis / Feri Kristianto

Bisnis.com, JAKARTA--Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meyakini kondisi Bali masih aman meskipun Gunung Agung sempat mengeluarkan abu hitam pada Sabtu (25/11/2017) pukul 17.30 WITA .

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Sutopo menyebutkan pariwisata di Bali juga masih aman, selain di radius berbahaya di sekitar Gunung Agung yang ditetapkan PVMBG, yakni seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km. 

“Hingga saat ini PVMBG masih terus menganalisis erupsinya. Tidak ada peningkatan aktivitas kegempaan dan vulkanik setelah erupsi hingga kini, status Gunung Agung tetap pada level III [Siaga], belum ada peningkatan status,” tegas Sutopo, mengutip keterangan resminya, Minggu (26/11/2017). 

Terkait dengan aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, terdapat sejumlah penerbangan terutama yang menuju dan dari Australia mengalami pembatalan. 

Hal ini tidak lepas dengan aturan yang lebih ketat di negara tersebut terkait dampak sebaran abu dari erupsi Gunung.

"Sejauh ini belum terdeteksi partikel vulkanologi yang menggangu penerbangan, artinya masih aman,” jelas Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim.

Sementara itu, Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono memastikan bahwa bandara tidak terkena dampak abu vulkanik. Demikian juga dengan perlintasan udara yang dilayani AirNav di wilayah Bali, masih dalam kondisi normal. 

PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, juga telah menyiagakan Pusat Operasional Darurat (Emergency Operation Center/EOC) mulai Selasa (21/11/2017).

Keberadaannya adalah untuk mengkoordinir seluruh kegiatan operasional bandara dalam jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terutama terkait aktivitas Gunung Agung.

Pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas gunung yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali itu melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. 

Ketua Tim Bali Tourism Hospitality yang juga Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yiniarta Putra menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario terkait aktivitas Gunung Agung, termasuk pendampingan dan pelayanan jika memang terjadi bencana Gunung Agung, termasuk jika penerbangan di Bandara Ngurah Rai terganggu. 

“Kami siap untuk membantu wisatawan khususnya yang terdampak Gunung Agung agar tetap menikmati aktivitas pariwisata di Bali secara aman dan nyaman,” jelas Yuniartha. 

Tag : gunung agung
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top