20 Negara Kepulauan Bentuk Forum, Tangani Perubahan Iklim

Sebanyak 20 negara kepulauan dan negara pulau di kawasan Asia Pasifik sepakat membentuk Forum Archipelagic and Island States (AIS). Forum yang diinisasi oleh Indonesia ini bertujuan mengangkat isu kelautan ke level global sebagai mitigasi dampak perubahan iklim.
Sri Mas Sari | 24 November 2017 03:31 WIB
Ilustrasi Climate Change - www.iop.harvard.edu

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak 20 negara kepulauan dan negara pulau di kawasan Asia Pasifik sepakat membentuk Forum Archipelagic and Island States (AIS). Forum yang diinisasi oleh Indonesia ini bertujuan mengangkat isu kelautan ke level global sebagai mitigasi dampak perubahan iklim.

Kesepakatan itu tertuang dalam Archipelagic and Island States (AIS) pekan ini.

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengatakan, sebagai negara yang paling rentan terhadap masalah peningkatan permukaan laut, kenaikan kadar keasaman laut, pemutihan terumbu karang, penangkapan ikan yang serampangan serta polusi, negara-negara kepulauan dan pulau harus berada di garda terdepan untuk mengatasi tantangan-tantangan itu.

Menurut dia, sudah saatnya komunitas global lebih memperhatikan isu dampak perubahan iklim terhadap laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat dunia.

“Tidak boleh ada  orang merasa negara kepulauan di-ignore (diabaikan) dalam isu kelautan dan perubahan iklim,” katanya dalam siaran pers, Kamis (23/11/2017).

Lebih jauh, para delegasi forum AIS meminta Indonesia segera menyusun konsep detail struktur dan mekanisme forum, isu yang akan diatasi, dan opsi pembiayaan.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Arif Havas Oegroseno mengatakan pemerintah dan United Nations Development Program (UNDP) akan mencari pilihan pembiayaan.

“Ini termasuk menyusun konsep pembiayaan sukarela dan fasilitasi akses pada pembiayaan,” jelasnya.

Targetnya, lanjut Havas, konsep pembiayaan dan bentuk forum AIS akan selesai disusun bersama dengan UNDP, lalu disebarkan ke seluruh negara kepulauan dan negara pulau pada Desember 2017. Alternatif model pembiayaan yang akan dikaji a.l. Green Climate Fund (GCF), Climate Vulnerable Forum, dan Pembiayaan Selatan-Selatan.

Konferensi AIS dihadiri oleh delegasi dari Antigua dan Barbuda, Bahrain, Kuba, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaica, Saint Kitts and Nevis, Srilanka, Seychelles, Singapura, Selandia Baru, dan Inggris.

Menurut Havas, pembentukan forum negara kepulauan dan negara pulau internasional bertujuan untuk menjalin kerja sama teknis dalam isu ekonomi biru, adaptasi perubahan iklim, dan perikanan berkelanjutan. Pembentukan forum ini memperoleh dukungan penuh dari UNDP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perubahan iklim

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top