DPR : PT Freeport Tak Serius Bangun Smelter

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Syaikhul Islam Ali mengatakan bahwa hingga kini PT Freeport Indonesia tidak serius membangun smelter sebagaimana dijanjikan kepada DPR dan pemerintah.
John Andhi Oktaveri | 24 November 2017 16:55 WIB
Chief Executive Officer Freeport McMoRan, Richard Adkerson saat jumpa pers, di Jakarta, Selasa (29/8). - Reuters/Darren Whiteside

Kabar24.com, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi VII DPR, Syaikhul Islam Ali mengatakan bahwa hingga kini PT Freeport Indonesia tidak serius membangun smelter sebagaimana dijanjikan kepada DPR dan pemerintah.

“Kita melihat tidak ada progres fisik yang dilakukan. Meskipun disampaikan telah melalui tahapan-tahapan yang sifatnya administratif, tetapi itu bukan sebuah progres yang bisa di lihat," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/11).

Syaikhul menilai ketidakseriusan itu menunjukkan tidak adanya komitmen PT. Freeport untuk membangun smelter di Gresik, Jawa Timur.

"Dari masalah lokasinya saja, belum ada penentuan. Bahkan perjanjian yang dibuat dengan PT. Petrokimia pun tampaknya di-hold," ujarnya.

Saikhul mengatakan bahwa Komisi VII berharap ada ketegasan dari pemerintah terhadap persoalan itu.

Izin Usaha Pertambangan dikeluarkan dengan satu konsekuensi, kalau tidak membangun smelter dengan progres yang bisa di evaluasi setiap enam bulan maka akan dicabut rekomendasi ekspornya, ujarnya.

"PP Nomor 1 Tahun 2017 yang membuat adalah Kementerian ESDM, walaupun dikonsultasikan kepada Komisi VII. Kita berharap Kementerian ESDM dapat konsisten dengan peraturan yang dibuatnya sendiri,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa jangan ada kesan menganakemaskan satu perusahaan dibandingkan perusahaan-perusahaan yang lain.

 

Tag : Freeport
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top