Longsor Susulan Sampai Delapan Titik, Jalur KA Bagian Selatan Masih Tertutup

Longsor Susulan Sampai Delapan Titik, Jalur KA Bagian Selatan Masih Tertutup
Newswire | 23 November 2017 13:31 WIB
Ilustrasi - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi II Bandung Joni Martinus mengatakan, jalur selatan yang tertutup longsor sejak semalam hingga kini masih belum bisa ditembus. “Sementara belum, karena ada longsor susulan sampai 8 titik totalnya,” kata dia saat dihubungi Tempo pada Kamis, 23 November 2017.

Joni mengatakan, pembersihan jalur kereta dari tutupan longsor memakan waktu lebih lama. Sedianya ditargetkan rampung pukul 03.00 WIB dini hari tadi namun hingga kini masih tertutup longsor. “Penanganannya kita perlu waktu lebih lama. Dari 8 titik itu, kini tinggal 3 titik tersisa yang masih kita bebaskan,” kata dia.

Menurut Joni, lokasi seluruh titik longsor tersebut berada di jalur selatan kereta api di seputaran Stasiun Ciepeundeuy serta Stasiun Bumiwaluya di Garut. “Panjang longsor bervariasi mulai dari 10 meter dan ada yang sampai 100 meter,” kata dia.

Joni mengatakan, longsor pertama ditemukan pukul 18.00 WIB pada Rabu, 23 November 2017 di satu titik KM233. Setelah itu, terjadi longsor susulan di beberapa tempat di antaranya di KM230, KM231, KM232, dan KM234 hingga seluruhnya ditemukan ada 8 titik longsoran malam itu. Panjang timbunan bervariasi mulai dari 10 meter hingga 100 meter dengan tinggi timbunan antara 1 meter sampai 7 meter.

Pembersihan dilakukan sejak semalam dan masih berjalan dengan dibantu alat berat. “Kami mengusahakan secepat mungkin bisa teratasi. Kami menargetkan sore ini jam 18.00 WIB jalur sudah bisa normal kembali,” kata Joni.

Jika jalur sudah dibersihkan, menurut Joni, PT Kereta Api akan menguji coba jalur tersebut sebelum dinyatakan aman untuk dilewati kereta. “Tentu tahap awal kita akan uji coba, dengan pembatasan kecepatan di situ. Enggak mungkin langsung bisa digunakan. Jadi tahap awal akan ada uji coba pembatasan kereta,” kata dia.

Joni mengatakan, tidak ada pembatalan perjalanan kereta api akibat longsor yang memutus jalur selatan kereta di Garut tersebut. “Sampai sekarang semua kereta berjalan dan beroperasi. Tidak ada yang batal, hanya kereta-kereta dari timur maupun ke arah timur itu memutar lewat utara,” ujarnya.

Karena memutar, menurut Joni, perjalanan kereta yang sedianya lewat jalur selatan terpaksa memakan waktu lebih lama. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya perjalanan kereta api ini, sehingga penumpang sampai ke tujuan tentu lebih lama dari waktu yang dijadwalkan. Mungkin penumpang merasa kurang nyaman karena bencana alam ini,” kata dia.

Menurut Joni, hanya ada dua kereta yang penumpangnya terpaksa dialihkan untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung menggunakan bus. “Hanya dua kereta yakni Kereta Pasundan dan Argo Wilis terpaksa dialihkan karena sudah kadung mengarah ke Bandung, sudah dekat,” kata dia.

Selebihnya, yakni Kereta Malabar, Mutiara Selatan, Kahuripan, Lodaya, Turangga, Kutojaya Selatan, dan Serayu melanjutkan perjalanan dengan memutar lewat jalur utara via Cikampek-Cirebon-Purwokerto-Kroya.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, seluruhnya ada 10 titik longsor yang ditemukan yang menutup jalur selatan kereta api di Garut. “Terdapat 10 titik longsor, sebelah timur 2 titik dan sudah di evakuasi, dan sebelah barat 8 titik dalam proses penanganan,” kata dia.

Dedi mengatakan, titik longsor tersebut ditemukan Rabu, 22 November 2017, sejak pukul 16.00 WIB. Longsoran di sepuluh titik itu memaksa kereta api tidak bisa melintas. Dua kereta dialihkan penumpangnya via bus, dan 7 kereta melanjutkan perjalanan dengan memutar lewat jalur utara. Dinas Perhubungan Jawa Barat memfasilitasi penyediaan 15 bus untuk mengangkut penumpang kereta yang terpaksa meneruskan perjalanan menuju Bandung via bus.

Menurut Dedi, akibat longsor tersebut tidak hanya menimbun jalur kereta. Sejumlah tiang listrik dan persinyalan kereta roboh tertimbun longsor. “Saat ini sedang dilakukan penanganan lokasi longsor oleh PT KAI dan Balai Teknik Perkeretaaapian dengan menggunakan alat berat,” kata dia.

Sumber : Tempo.co

Tag : kereta api
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top