KLHK Pulihkan Wilayah Terdampak Banjir Garut

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah melaksanakan pemulihan daerah aliran sungai pascabencana banjir di Garut, Jawa Barat, September 2016.
Sri Mas Sari | 22 November 2017 20:51 WIB
Banjir bandang melanda Garut, Jawa Barat - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah melaksanakan pemulihan daerah aliran sungai pascabencana banjir di Garut, Jawa Barat, September 2016.

Pemulihan itu dilakukan melalui rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) serta pembuatan bangunan konservasi tanah dan air (KTA).

Kegiatan RHL dilaksanakan dengan tiga pola, yakni penanaman pohon secara konvensional (reboisasi konvensional), penebaran benih melalui udara (aerial seeding), dan hutan rakyat agroforestry. Adapun pembuatan bangunan KTA dilaksanakan dengan membangun dam penahan, gully plug, dan sumur resapan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan Jawa Barat dapat menjadi contoh yang baik dalam melakukan rehabilitasi pascabencana banjir bandang.

“Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten, serta masyarakat telah berjuang luar biasa untuk kegiatan rehabilitasi. Kami sadari kegiatan rehabilitasi yang dilakukan bermanfaat untuk menahan erosi, run off, dan banjir," kata Siti melalui siaran pers, Rabu (22/11/2017).

Tahun ini, KLHK berupaya merehabilitasi sekitar 6.000 hektare wilayah yang terkena banjir, yang 1.064,57 ha di antaranya masuk ke dalam kawasan hutan Perum Perhutani, 100 ha kawasan konservasi, dan 5.473,38 ha ditebar benih melalui udara. Selain itu, didirikan pula bangunan KTA yang terdiri atas dam penahan 159 unit dan gully plug 275 unit.

Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, Pemprov Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat, Perum Perhutani, TNI, dan pemerintah kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Jabar Dedi Mizwar menjelaskan pentingnya air dan DAS Cimanuk bagi provinsi itu. DAS Cimanuk seluas 363.632,7 ha meliputi wilayah administrasi Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, menjadi pemasok air waduk Jati Gede, dan mengairi 90.000 ha lahan pertanian.

“Kita harus menjaga DAS Cimanuk. Jangan sampai kejadian banjir tahun lalu berulang," kata Dedi.

Untuk menjaga kualitas sungai, Pemprov Jabar telah mencanangkan gerakan 5T, yakni tidak menebang pohon di hulu sungai, tidak menggunduli hutan, T
tidak membuang limbah industri ke sungai, tidak membuang limbah ternak, tidak membuang limbah rumah tangga, dan tidak membuang sampah apapun ke sungai.

Rehabilitasi hutan dan lahan menjadi salah satu kebijakan nasional yang sangat relevan untuk menjawab tantangan yang dihadapi daerah-daerah menghadapi degradasi lingkungan, yang dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor.

Saat ini KLHK tengah menggiatkan kampanye tanam 25 pohon. Kampanye ini menganjurkan satu orang untuk menanam minimal 25 pohon selama hidupnya. Jika hal ini dilakukan 250 juta masyarakat Indonesia, maka permasalahan lahan kritis dapat selesai dengan cepat.

“Ketika pohon terakhir telah ditebang, ketika ikan terakhir telah ditangkap, ketika sungai terakhir telah tercemar, kita akan sadar bahwa uang tidak dapat dimakan, ucap Siti Nurbaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
klhk

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top