Menyimpan Data di Benang

Justin Chan dan Shyam Gollakota, dua peneliti dari Universitas Washington, mengeksplorasi kemungkinan untuk menyimpan data pada kain yang pada gilirannya bisa digunakan sebagai bahan pakaian pintar.
Gombang Nan Cengka | 22 November 2017 11:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Levi Strauss baru-baru ini merilis jaket pintar yang didesain bersama Google ATAP (Advanced Technology and Projects). Pakaian yang diberi nama Commuter Trucker Jacket ini bisa digunakan untuk mengendalikan ponsel pintar dengan sentuhan di kain pakaian.

Levis dan Google ternyata bukan satu-satunya. Banyak peneliti yang sibuk menjajaki teknologi lain yang berpotensi untuk digunakan pada busana cerdas.

Justin Chan dan Shyam Gollakota, dua peneliti dari Universitas Washington, mengeksplorasi kemungkinan untuk menyimpan data pada kain yang pada gilirannya bisa digunakan sebagai bahan pakaian pintar. Kedua peneliti ini memanfaatkan sifat magnetis dari benang konduktif, yang merupakan salah satu bahan penting untuk pakaian pintar. Dengan memanipulasi sifat magnetis benang konduktif tersebut, data dapat disimpan pada kain, tanpa harus menambahkan peranti lain.

Penggunaan peranti magnetis tentunya bukan hal baru lagi. Pembuat komputer sudah lama menggunakan pita magnetis pada komputer model awal. Komputer pribadi (IBM PC dan Apple) menggunakan cakram magnetik untuk menyimpan data. 

Seperti dilaporkan oleh MIT Technology Review, makalah penelitian ini telah dipresentasikan dalam acara ACM Symposium on User Interface Software and Technology yang berlangsung tanggal 22-25 Oktober 2017 lalu di Quebec City, Kanada.

Dalam laporannya ini Chan dan Gollakota menguraikan secara lebih terperinci desain dan percobaan yang digunakan untuk menguji konsep penyimpanan data pada kain ini. Salah satu tantangan adalah bagaimana mempertahankan data setelah data ditulis di dalamnya setelah beberapa waktu. Dalam percobaan yang dilakukan, para peneliti mendapatkan kuat medan magnet pada kain konduktif tersebut bisa berkurang 36 persen setelah satu minggu berlalu. Untungnya kuat medan magnet ini bisa diperbarui. Data juga tidak hilang meskipun kain dicuci dan disetrika.

Untuk membaca data yang tersimpan di dalam kain, para peneliti bisa memanfaatkan magnetometer yang sudah terintegrasi ke dalam ponsel pintar. Sementara untuk “menulis” data”, mereka menggunakan pena khusus yang mengintegrasikan magnet permanen. Pena ini bisa digunakan untuk mengguratkan gambar di atas kain misalnya, yang kemudian bisa dibaca oleh ponsel pintar.  

Pada tahap ini, pemanfaatan kain konduktif dari Universitas Washington masih dibatasi oleh jumlah data yang disimpan. Penerapan yang mungkin misalnya untuk menyimpan kata sandi yang bisa dibaca oleh magnetometer (termasuk oleh ponsel pintar). Chan dan Gollakota juga menguraikan tantangan lain, seperti kemungkinan demagnetisasi bila kain tersebut dihadapkan dengan medan magnet kuat. Pakaian pintar yang menggunakan kain seperti ini harus lebih tahan pada medan magnet luar.

Tag : inovasi teknologi
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top