Penjualan TOD Juanda dan Tanah Abang Masih Tunggu Izin Rampung

PT PP Properti Tbk. akan menggarap proyek TOD dengan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Juanda, Tanah Abang, dan Manggarai. Rencananya ketiga proyek tersebut akan serentak dilepas jual dan dibangun pada tahun depan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 22 November 2017  |  16:32 WIB
Penjualan TOD Juanda dan Tanah Abang Masih Tunggu Izin Rampung
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Properti Tbk. akan menggarap proyek TOD dengan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Juanda, Tanah Abang, dan Manggarai. Rencananya ketiga proyek tersebut akan serentak dilepas jual dan dibangun pada tahun depan.

Vice President Realty PT PP Properti Tbk. (PPRO) Tjakra D. Puteh mengatakan di Stasiun Juanda dan Tanah Abang, perusahaan memang telah melakukan seremoni pemancangan tiang perdana pada 10 Oktober lalu beserta tiga Menteri terkait yakni BUMN, PUPR, dan Perhubungan.

Namun, perusahaan memastikan hal itu sebagai bentuk pengenalan pada masyarakat saja. Sebab, saat ini mereka masih menunggu perizinan tuntas dahulu untuk dapat memulai pembangunan.

“Istilahnya yang kemarin groundbreaking dari sisi pengembang yaitu buat pengenalan tetapi belum groundbreaking dari sisi konstruksi kok, soalnya juga di Juanda kami mengubah desain. Dari rencana dua menara akan menjadi tiga karena ada tambahan lahan sekitar 2.000 m2 dari sebelumnya 5.900 m2,” katanya, Rabu (22/11).

Sebelumnya, di Stasiun Juanda, perusahaan akan membangun sebanyak 2 menara yang akan merangkum 627 unit dengan investasi Rp300 miliar, 1 menara tambahan ini akan mengakumulasikan unit menjadi sekitar 1.000 unit. Dari total unit tersebut perusahaan akan mengalokasikan 35% untuk MBR. 

“Untuk harga MBR kami pastikan Rp7 juta per m2 dengan luas unit 32 m2 sehingga tiap unit dibanderol dengan harga Rp224 juta, tetapi untuk komersial kami masih hitung sekitar Rp17 jutaan per m2,” ujar Tjakra.

PPRO juga akan membenamkan investasi untuk proyek TOD Stasiun Tanah Abang Rp1,2 trilun dengan luas pengembangan 4 hektare. Perusahaan akan membangun sebanyak 9 menara dengan 3 tahap pembangunan. Tahap 1 perusahaan akan menggunakan dana sebesar Rp400 miliar untuk membangun dua menara yang merangkum 1.100 unit dengan porsi 35% diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Adapun di Manggarai perusahaan akan menggeber dengan megaproyek TOD senilai Rp215 triliun.

Direktur Utama PT PP Tbk. (PTPP) Tumiyana memastikan proyek tersebut akan dicanangkan sebagai ikon Nasional TOD di Indonesia. Rencananya, akan dirilis dalam tidak lama lagi.

Saat ini perusahaan masih merampungkan rancang desain atas izin pengembangan lahan seluas 60 hektare dengan peruntukan pembangunan gedung sekitar 12 hektare-nya.  

“Kami akan gandeng desainer khusus TOD dari Hong Kong dan akan membuka kesempatan yang lebar untuk menjalin kerjasama dengan sesama pengembang baik dari BUMN maupun swasta untuk penyelesaian,” katanya .

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transit oriented development

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top