Perbedaan Karakter Konsumen Bakal Ganjal Pasar Pabrikan Elektronik Eropa

Bisnis produsen elektronik asal Eropa di Asia Tenggara dinilai tidak mudah karena teradang faktor perbedaan karakter konsumen.
Annisa Sulistyo Rini | 22 November 2017 17:56 WIB
Beko mulai rambah pasar di Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Bisnis produsen elektronik asal Eropa di Asia Tenggara dinilai tidak mudah karena teradang faktor perbedaan karakter konsumen.

Ali Soebroto, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), menuturkan konsumen di pasar Eropa cenderung tidak mempermasalahkan penampilan dan harga, asalkan teknologi produk yang dibeli berkualitas. Sementara itu, masyarakat Asean lebih mementingkan harga dan penampilan produk.

“Tidak gampang untuk mereka karena produk Eropa standarnya tinggi dan harga menjadi lebih mahal,” katanya kepada Bisnis.com, Kamis (22/11/2017).

Sementara itu, bisnis elektronik di Indonesia masih menarik bagi produsen Eropa, yaitu Beko. Pabrikan ini siap bersaing dengan produsen yang telah ada di Indonesia, terutama produsen asal Jepang dan Korea Selatan, dengan teknologi yang dimiliki. Beberapa teknologi Beko yang diklaim tidak dimiliki oleh produk lain antara lain Beko NeoFrost atau dual cooling dengan airflow terpisah antara kulkas dan kompartemen pendingin sehingga sirkulasi udara seimbang dan Beko Split and Cook yang memiliki dua oven dalam satu perangkat.

Zafer Ustuner, Regional Director Asia Pasific Beko, mengatakan produk yang akan dipasarkan di Indonesia mulai kuartal II/2018 ditargetkan untuk pasar menengah ke atas, tetapi bukan produk premium. “Harga produk kami masih terjangkau dengan fitur-fitur yang ada,” katanya.

Zafer menyatakan Beko siap bersaing dengan produsen yang telah ada di Indonesia, terutama produsen asal Jepang dan Korea Selatan, dengan teknologi yang dimiliki.

Sementara itu, Ali Cagri Gonculer, Business Development Manager PT Beko Appliances Indonesia, mengatakan produk Beko yang akan dipasarkan ke Indonesia berupa kulkas dan mesin cuci. Peluncuran produk akan dilaksanakan di Jakarta dan dipasarkan melalui jaringan ritel modern. “Tidak menutup kemungkinan juga dipasarkan secara online,” katanya.

Untuk menarik lebih banyak konsumen Tanah Air, Beko menggandeng FC Barcelona dalam memasarkan produknya. Perusahaan asal Turki ini melihat penggemar FC Barcelona yang ada di Indonesia berjumlah 26,2 juta orang, atau terbesar kedua di dunia.

Beko masuk ke pasar Indonesia setelah melihat potensi yang ada. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.

Beko, yang diklaim sebagai merek nomor satu di Eropa untuk peralatan rumah tangga, merupakan bagian dari Grup Arcelik. Produk Beko mulai tersedia di pasar pada 1990-an  dan kini tersedia di lebih dari 140 negara dengan jumlah konsumen sekitar 280 juta. 

 

Tag : elektronik
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top