TPK Perintis Dikembangkan, Biaya Logistik di Sumatra Diklaim Turun 30%

Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melansir biaya logitik di wilayah Sumatra turun 30% berkat operasional terminal petikemas (TPK) perintis di sejumlah cabang. Peseroan telah menggelontorkan investasi berkisar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar untuk pengembangan TPK perintis.
Rivki Maulana | 21 November 2017 15:09 WIB
Aktivitas kapal pengangkut peti kemas di Pelabuhan Jayapura, Papua, yang dikelola oleh Pelindo IV, Rabu (15/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I melansir biaya logitik di wilayah Sumatra turun 30% berkat operasional terminal petikemas (TPK) perintis di sejumlah cabang. Peseroan telah menggelontorkan investasi berkisar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar untuk pengembangan TPK perintis.

Bambang Eka Cahyana, Direktur Utama Pelindo I mengatakan pengembangan TPK perintis tersebar di Aceh, Kijang, Sibolga, dan Perawang. Kehadiran TPK perintis membuat penggunaan kontainer untuk pengiriman barang dari dan ke wilayah Sumatra melonjak dalam dua tahun terakhir.

Dia mencontohkan, di Perawang, Kabupaten Siak, Riau volume bongkar muat kontainer kini mencapai 80.000 TEUs dari semula hanya 500 TEUs. Di Pelabuhan Kijang, volume bongkar muat kontainer naik sepuluh kali lipat menjadi 20.000 TEUs.

Menurut Bambang, pengusaha memilih menggunakan kontainer untuk mengirim barang karena lebih aman dan lebih efisien. "Di Kijang, tadinya pakai kapal kayu dari Jakarta. Sekarang pakai kontainer [biaya angkut] turun 30%,'" jelasnya di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Selain di Kijang, di Pelabuhan Malayahati, Aceh, biaya logistik bahkan turun hingga 50%. Bambang mengklaim, biaya angkut dari Jakarta ke Aceh semula mencapai Rp17 juta, kini lungsur menjadi Rp9 juta. Penurunan biaya logistik menurut Bambang menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

 

Tag : pt pelindo i
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top