PT.EDII Bantah Layanan Online Dokumen di Pelabuhan Priok Terganggu

PT.Electronic Data Interchange Indonesia -anak usaha PT.Pelindo II/IPC membantah sistem data layanan ekspor impor berbasis online/electonic data interchange (EDI) yang dikelola perseroan mengalami gangguan.
Akhmad Mabrori | 21 November 2017 06:43 WIB
Deretan mobil baru di terminal mobil, di Pelabuhan Tanjung Priok. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA: PT.Electronic Data Interchange Indonesia -anak usaha PT.Pelindo II/IPC membantah sistem data layanan ekspor impor berbasis online/electonic data interchange (EDI) yang dikelola perseroan mengalami gangguan.

Dirut PT.Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) E. Helmi Wantono mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan pada operasional EDI yang menunjukkan tidak ada gangguan pada sistem itu.

"Bahkan pusat layanan pengaduan atau call center kami menunjukkan aktifitas yang normal. Sebab bila ada masalah biasanya incoming call meningkat tajam," ujar Helmi melalui pernyataan resmi PT.EDII, yang diterima Bisnis, pada Senin malam (20/11/2017).

Pernyataan PT.EDII itu sekaligus menanggapi keluhan yang disampaikan GINSI terkait adanya gangguan sistem layanan dokumen berbasis online sejak Jumat 17 November 2017 sampai dengan Senin 20 November 2017.

"Sudah kami cek langsung operasional sistem itu tidak ada gangguan. Namun kami tetap komitmen berusaha memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh customer kami,"tuturnya.

Dikonfirmasi Bisnis, Ketua BPD Gabungan importir nasional seluruh Indonesia (GINSI) DKI Jakarta, Subandi mengatakan, sejak pukul 18.00 Wib pada Senin (20/11) sistem EDI memang sudah kembali normal namun sebelumnya terjadi gangguan.

"Sejak pukul 18.00 Wib sudah normal, namun sebelumnya terjadi down system demikian juga sistem karantina. Bahkan
Tadi pagi sistem yang EDI juga ada gangguan dan sore baru ada respon di custom," ujarnya kepada Bisnis, senin Malam (20/11/2017).

GINSI mengeluhkan terganggunya sistem layanan dokumen berbasis online/satu atap atau electronic data interchage (EDI) yang di kelola operasikan PT.EDII untuk aktivitas kepabeanan dan karantina di Pelabuhan Tanjung Priok.

Subandi mengungkapkan asosiasinya menerima keluhan dari sejumlah importir yang kesulitan dalam proses pengurusan dokumen melalui sistem online itu karena mengalami gangguan sejak Jumat siang (17/11) hingga Senin (20/11).

"Akibatnya barang impor tertahan dan mengendap lama di pelabuhan karena tidak bisa di proses melalui sistem EDI. Kami peroleh informasi dari petugas kami dilapangan sistemnya itu sedang mengalami masalah, kadang hidup bisa diakses dan kadang mati sehingga importir tidak bisa melanjutkan proses dokumen," ujarnya.

Subandi mengatakan, PT.EDII selaku penyedia tunggal layanan sistem berbasis online/EDI untuk ekspor impor di Pelabuhan Priok itu mestinya bisa menjamin tidak adanya gangguan sistem itu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanjung priok

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top