Serapan Domestik Rendah, Produk Biodiesel Butuh Pasar Ekspor

Kapasitas terpasang yang lebih besar dibandingkan dengan serapan domestik membuat produk biodiesel RI membutuhkan pasar ekspor.
M. Nurhadi Pratomo | 20 November 2017 16:44 WIB
. - .Reuters

Bisnis.com,JAKARTA — Kapasitas terpasang yang lebih besar dibandingkan dengan serapan domestik membuat produk biodiesel RI membutuhkan pasar ekspor.

Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menjelaskan bahwa saat ini kapasitas terpasang produksi biodiesel Indonesia mencapai 12 juta Kiloliter (Kl) per tahun. Namun, jumlah serapan domestik hanya sebesar 3 juta Kl dalam setahun.

Paulus menyebut dengan perbandingan itu maka hasil produksi biodiesel hanya terserap 25% di dalam negeri.

“Untuk itu kita perlu ekspor jika tidak maka kinerja industri akan rendah dan akan berdampak terhadap efisiensi, harga, tenaga kerja, dan lain-lain,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/11/2017).

Dengan mengekspor biodiesel, sambungnya, Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah. Pasalnya, produk tersebut merupakan hasil industri hilir sawit yang berpotensi menambah pendapatan negara.

Volume ekspor biodiesel RI pada 2015 dan 2016 masing-masing sebesar 206.000 ton dan 373.500 ton. Sekitar 90% produk biodiesel asal Indonesia dikirim ke Amerika Serikat (AS).

Kementerian Perdagangan mencatat ekspor biodiesel Indonesia ke pasar AS tercatat sebesar US$255,56 juta atau menyumbang 89,19% dari total ekspor komoditas itu ke seluruh dunia. Namun, tuduhan subsidi yang dilayangkan membuat ekspor biodiesel Indonesia ke pasar AS terhenti seluruhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
biodiesel

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top