Filipina Undang Investor Telekomunikasi

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk masuk ke industri telekomunikasi negara tersebut. Saat ini, di Filipina telah ada 2 perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, yaitu PLDT Inc. dan Globe Telecom Inc.
Annisa Sulistyo Rini | 20 November 2017 22:12 WIB
Pengguna seluler. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk masuk ke industri telekomunikasi negara tersebut. Saat ini, di Filipina telah ada 2 perusahaan penyedia layanan telekomunikasi, yaitu PLDT Inc. dan Globe Telecom Inc.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Duterte menawarkan kepada investor asal China kesempatan untuk beroperasi di Filipina di sela-sela diskusi bilateral dengan Perdana Menteri China Li Keqiang akhir pekan lalu. Juru bicara Duterte, Harry Roque, mengatakan belum ada perusahaan China yang diundang secara spesifik.

"Kami menunggu perusahaan telekomunikasi China untuk memberikan proposal kepada kami," ujarnya, Senin (20/11/2017).

Duterte merupakan presiden Filipina yang berupaya mempererat hubungan dengan China di tengah konflik batas negara antara kedua negara di wilayah Laut China Selatan. Dia telah berjanji untuk membuka sektor telekomunikasi kepada pemain baru untuk meningkatkan pelayanan.

PLDT dan Globe menjadi operator seluler utama di Filipina setelah perusahaan konglomerasi San Miguel Corp. menjual operator telekomunikasi kepada dua perusahaan tersebut senilai 70 miliar peso (US$1,4 miliar).

"Dominasi kedua perusahaan tersebut akan berakhir," lanjut Roque.

PLDT, yang sebelumnya memonopoli bisnis operator seluler di Filipina, merupakan perusahaan yang 20% sahamnya dimiliki oleh Nippon Telegraph & Telephone Corp asal Jepang. Sementara itu, kepemilikan saham oleh investor asing di sektor telekomunikasi Filipina dibatasi sebesar 40%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
filipina

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top