NU Bertransformasi Digital

Organisasi masyarakat (ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) telah mendigitalisasi seluruh layanannya untuk warga nahdliyin seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi | 18 November 2017 12:05 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, memberikan sambutan pada peluncuran buku Tiga Tahun Jokowi Wujud Kerja Nyata, di Jakarta, Senin (6/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi masyarakat (ormas) Islam Nahdlatul Ulama (NU) telah mendigitalisasi seluruh layanannya untuk warga nahdliyin seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengakui dewasa ini peradaban digital telah menjadi bagian dari gaya hidup umat manusia dan merambah ke seluruh sektor.

Menurut Said, untuk merespon hal tersebut, PBNU juga telah mengambil peran untuk melakukan revolusi digital dengan memperkenalkan aplikasi mobile, data center, Arab Pegon, mobile halal investigation serta televisi digital NU Channel.

"Di era digitalisasi ini, semuanya sudah berubah serba digital. Langkah kami ini adalah sebagai wujud untuk mengikuti perkembangan zaman dan memberikan pendidikan melek literasi," tutur Said, Jumat (17/11) malam.

Said menjelaskan aplikasi NU mobile tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk melayani seluruh warga nahdliyin agar dapat melakukan apapun hanya dengan satu solusi platform. Sedangkan untuk digitalisasi huruf Arab Pegon, PBNU bekerja sama dengan Microsoft agar dapat menghadirkan kitab kuning digital bagi seluruh santri di setiap pondok pesantren.

"Kalau platform mobile halal investigation diharapkan proses laboratorium ‎halal semakin mudah, terjangkau, cepat dan akurat. Kemudian ada juga data center yang kita bangun untuk mewujudkan kedaulatan data dan informasi bagi Indonesia," kata Said.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap digitalisasi yang telah dilakukan oleh ormas Islam terbesar di Indonesia itu dapat mewarnai pertarungan era digital untuk masyarakat. Selain itu, dia juga optimistis PBNU dapat membantu pemerintah dalam mengcounter seluruh konten negatif terutama pornografi yang ada di media sosial saat ini.

"NU ini luar biasa, ada 90 juta warga nahdliyin. Kalau semua menggunakan aplikasi NU mobile ini, dampak positifnya akan sangat terasa. ‎Saya akan terus mendukung langkah ini karena diharapkan juga dapat meng-counter seluruh konten negatif yang ada di dunia maya," ujar Rudiantara.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbnu

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top