Revitalisasi Kereta Jakarta-Surabaya, JICA Usul Bangun Satu Rel Khusus

JICA memiliki ide membangun rel baru khusus kereta dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer per jam dalam revitalisasi jalur kereta di utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya.
Yudi Supriyanto | 17 November 2017 15:56 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan Japan International Cooperation Agency (JICA) memiliki ide membangun rel baru khusus kereta dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer per jam dalam revitalisasi jalur kereta di utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya.

Budi mengatakan satu rel baru khusus tersebut di jalur yang sudah ada atau existing, sehingga secara keseluruhan jumlah rel di jalur tersebut akan berjumlah tiga rel.

“Kereta Jakarta-Surabaya sedang saya studi, karena memang Jepang ada ide di tempat yang sama, tapi dia ingin ada tiga. Jadi existing tetap dua, [kemudian] satu khusus buat kereta semi cepat,” kata Menhub di Jakarta pada Jumat (17/11/2017).

Dia mengakui pembuatan rel baru yang akan digunakan khusus sebagai jalan bagi kereta dengan rata-rata kecepatan sekitar 160 kilometer per jam tidak akan mengganggu operasional yang telah ada.

Tidak hanya itu, jalur baru khusus kereta dengan kecepatan rata-rata 160 kilometer per jam tersebut juga tidak akan membuat ada tumpang tindih kecepatan dengan sarana moda transportasi berbasis rel yang beroperasi saat ini.

“Nah, untuk saya mungkin kebenarannya [bangun rel baru khusus] adalah tidak mengganggu operasional, praktis tidak mengganggu operasional. Yang kedua juga pembangunan tidak mengganggu operasional. Pada saat dilaksanakan juga tidak ada tumpang tindih kecepatan yang baru dengan yang lama, lebih simpel,” ujarnya.

Hanya saja, dia menambahkan yang menjadi perhatian terkait dengan ide tersebut adalah mengenai anggaran yang diperlukan. Kemudian, tiga rel kereta api juga akan membuat lintasan sebidang lebih banyak.

Oleh karena itu, Menhub menuturkan pihaknya segera mengkaji lagi usulan sementara dari Jepang tersebut. Kemenhub akan mengkaji usulan tersebut agar desain anggaran untuk melakukan revitalisasi lebih murah.

Terkait dengan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun satu rel khusus tersebut, Budi enggan memberitahukannya. Akan tetapi, dia mengatakan besaran anggaran yang diperlukan tidak sampai Rp100 triliun.

Dia menginginkan anggaran untuk melakukan revitalisasi jalur utara di Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya sebesar Rp60 triliun jika memungkinkan.

“Usulan sementara ini saya cepat kaji lagi, saya ajak beberapa orang yang mengerti tentang kereta semi cepat supaya desain anggaran itu prudent,” kata Menhub.

Dia menambahkan pihaknya menargetkan keputusan pembangunan proyek revitalisasi jalur kereta di utara Pulau Jawa rute Jakarta-Surabaya dapat diketahui pada Desember 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, kemenhub

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top