IPC Rogoh Rp200 Miliar untuk Modal Anak Usaha Baru

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) bakal memperkenalkan anak usaha baru, PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) pada pekan depan. PII bakal menjadi kendaraan IPC untuk ekspansi usaha di bidang investasi dan penggalangan dana.
Rivki Maulana | 17 November 2017 14:38 WIB
Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) bakal memperkenalkan anak usaha baru, PT Pelabuhan Indonesia Investama (PII) pada pekan depan. PII bakal menjadi kendaraan IPC untuk ekspansi usaha di bidang investasi dan penggalangan dana.

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Massassya mengatakan IPC telah menyetor modal sebesar Rp200 miliar untuk PII. Adapun modal dasar PII ditetapkan Rp1 triliun. Secara bertahap IPC bakal terus menyuntik modal untuk kebutuhan ekspansi PII.

Elvyn menjelaskan, PII bakal menjadi kendaraan bagi IPC untuk menyertakan modal di perusahaan yang terkait dengan sektor kepelabuhan, antara lain perusahaan bongkar muat, logistik, dan transportasi. Penyertaan modal yang dilakukan PII menurut Elvyn diarahkan pada porsi minoritas atau tidak menjadi pengendali.

IPC menilai investasi para perusahaan yang terkait dengan sektor kepelabuhan menjadi penting sejalan dengan perkembangan industri kepelabuhan. "Ke depan, pelabuhan itu tidak sebatas pada port, tapi port related ke logistik," jelas Elvyn kepada Bisnis.com, Kamis malam (16/11/2017).

Selain investasi pada perusahaan lain, PII bakal menjadi perusahaan yang berfungsi menggalang dana untuk kebutuhan ekspasi IPC. Penggalangan dana ini menurut Elvyn antara lain bisa dilakukan lewat penerbitan surat utang. Dana yang diraih PII dari hasil penggalangan dana akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi IPC dan anak usaha IPC lainnya.

"Jadi ini akan memudahkan pengelolaan keuangan secaara grup. Nanti anak usaha, tidak meminjam [dana] sendiri-sendiri, tapi tersentralisasi,"jelas Elvyn.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo ii

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top