Masyarakat Lebih Butuh Listrik Murah

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih mengatakan masyarakat saat ini lebih membutuhkan listrik murah dibandingan alokasi daya listrik yang lebih besar dengan penyederhanaan golongan listrik.
Newswire | 16 November 2017 19:45 WIB
Ilustrasi - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih mengatakan masyarakat saat ini lebih membutuhkan listrik murah dibandingan alokasi daya listrik yang lebih besar dengan penyederhanaan golongan listrik.

"Bagi saya, hari ini masyarakat lebih membutuhkan listrik murah. Kenapa tiba-tiba pemerintah ada program ini, ada apa, kalau surplus kenapa harus rakyat yang jadi korban," kata anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih di Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Pemerintah mewacanakan akan menyederhanakan jenis golongan listrik untuk masyarakat konsunsi rumah tangga.

Pemerintah berdalih dengan penyederhanaan golongan tersebut masyarakat akan mendapatkan alokasi daya yang lebih besar sehingga diharapkan akan mendorong tumbuh kembanga usaha produktif.

Eni menjelaskan belum lama ribut soal subsidi listrik yang dicabut 400 dan 900 Watt, padahal saat ini masih ada 18 juta yang menginginkan subsidi. "Kenapa harus masyarakat yang harus dipaksa untuk lebih konsumtif, Kalau dipaksa untuk membeli tetapi mereka mempunyai daya beli ya nggak ada masalah, tetapi hari ini daya beli tidak ada," katanya.

Dia justru bertanya-tanya alasan pemerintah memberikan alokasi daya pada masyarakat.

Eni menjelaskan saat ini masih ada 2.500 desa yang tidak tersentuh listrik, kenapa tidak diberikan saja ke 2500 desa yang gelap itu sehingga bisa menjadi lebih terang.

"Terus terang Komisi VII pasti kita sama-sama akan panggil Pak Menteri dan Dirut PLN, untuk menjelaskan program ini, apa sih urgensinya membuat program ini, apa sih manfaatnya untuk masyarakat, kalau memang itu bermanfaat buat masyarakat, sehingga masyarakat menjadi lebih nyaman, nggak ada masalah, tentu harus hitung-hitungan juga, hari ini PLN kita tahu bahwa neracanya lagi merah," katanya.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tarif listrik

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top