Penyaluran LPG Subsidi Tahun 2017 Diprediksi Bengkak

Penyaluran gas tabung liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 3 kilogram (kg) sepanjang 2017 diperkirakan meleset dari kuota yang ditetapkan.
Duwi Setiya Ariyanti | 16 November 2017 09:17 WIB
Tabung elpiji 3 kg - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Penyaluran gas tabung liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 3 kilogram (kg) sepanjang 2017 diperkirakan meleset dari kuota yang ditetapkan.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Muchammad Iskandar mengatakan pertumbuhan konsumsi tahunan LPG untuk ukuran 3 kg sebesar 7%. Sementara, untuk LPG nonsubsidi pertumbuhan konsumsinya sebesar 2% hingga 3% per tahun.

Hal itu, disebabkan terus bertambahnya pengguna LPG sebagai imbas program konversi bahan bakar minyak baik untuk rumah tangga maupun nelayan. Di tahun ini, menurut Iskandar, terdapat potensi bahwa konsumsi LPG subsidi meleset dari kuota yang ditetapkan.

Dia memperkirakan dengan asumsi pertumbuhan konsumsi sebesar 7%, di tahun ini realisasi konsumsi LPG subsidi meleset 2% atau menyentuh 6,3 juta ton. Alasan lain perkiraan bengkaknya realisasi penyaluran subsidi LPG, dia menyebut, didasarkan pada kuota yang lebih rendah pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) setelah perubahan.

Pada APBN 2017, kuota yang ditetapkan sebesar 7,1 juta ton. Namun, pada APBNP 2017 angkanya direvisi turun menjadi 6,2 juta ton.

"Potensinya ada sekitar 2%. Kemaren APBNP kan dipotong volumenya. Kalau enggak dipotong, enggak over kuota," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lpg

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top