UMKM Jadi Fokus Harbolnas 2017

Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan partisipasi konsumen saat Harbolnas dan tercatat jumlah penjualan juga selalu meningkat
Agne Yasa | 16 November 2017 17:41 WIB
Belanja online - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akan kembali digelar pada 12 Desember 2017 dengan mengusung tema #BelanjaOnlineBersama.

Harbolnas kali ini memiliki salah satu fokus untuk mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para UMKM agar dapat mengembangkan bisnis melalui kanal digital dan menjangkau konsumen lebih luas lagi di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan dalam perjalanannya dari tahun ke tahun terjadi peningkatan partisipasi konsumen Indonesia saat Harbolnas dan tercatat jumlah penjualan juga selalu meningkat.

“Melalui persiapan pada tahun ini dan bersama mitra-mitra pendukung, kami yakin akan terjadi peningkatan lagi sebanyak dua kali lipat pada penjualan Harbolnas 2017 nanti,” ujar Achmad yang juga Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Kamis (16/11/2017).

Dia menambahkan Harbolnas dimulai pada 2012 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berbelanja online. Menurutnya, saat ini sudah terjadi peningkatan dari sisi kesadaran atau awareness namun tetap masih banyak pekerjaan rumah.

 “Bagaimana tidak hanya kota besar tetapi juga di daerah,” katanya.

Selain merangkul pelaku bisnis e-commerce, Harbolnas 2017 memiliki misi merangkul UMKM di Indonesia yang telah merambah online melalui berbagai platform.

Harbolnas 2017 juga mempersiapkan rangkaian kegiatan dan roadshow bersama di Medan, Surabaya, dan Makassar untuk mempersiapkan UMKM dalam menyambut Harbolnas melalui beberapa pelatihan.

 “Dengan seluruh rangkaian persiapan dan kegiatan roadshow Harbolnas 2017, kami berharap konsumen dan UMKM seluruh Indonesia lebih antusias lagi menyambut Harbolnas 2017,” katanya.

 Beberapa mitra juga bergabung dalam gelaran tahun ini, seperti untuk mitra bank yaitu PT Bank Mandiri Tbk, mitra pembayaran DOKU, pengiriman untuk Go-Send dari Go-Jek. Kemudian, Shopback Indonesia, Facebook dan Nielsen Indonesia.

 CMO Go-Jek Piotr Jakubowski mengatakan Go-Jek memiliki visi yang sama dengan Harbolnas yaitu mendukung program pemerintah, termasuk untuk mendorong UMKM ke depan, menempatkan bisnisnya melalui kanal digital supaya memperluas pasarnya. Saat ini Go-Send sudah terintegrasi dengan  16 partner e-commerce untuk pengiriman.

 “Data kami menunjukkan sejak Go-Send tersedia sebagai salah satu opsi pengiriman, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap pesanan yang diterima oleh lapak,” katanya.

Dia menambahkan melalui dukungan layanan Go-Send pada penyelenggaran Harbolnas, pihak Go-Jek percaya akan memberikan kemudahan bagi penjual dan pembeli.

Selain itu, pihaknya juga berharap melalui dukungan ini, dapat membuka kesempatan baru untuk bekerja sama dengan lebih banyak e-commerce lagi ke depannya.

Vice President PT Bank Mandiri Tbk. Tri Setio Prayitno mengatakan pihaknya sebagai Bank BUMN juga tidak mau ketinggalan dengan pelaksanaan gelaran belanja online terbesar. Menurutnya, dengan mengajak UMKM, gelaran Harbolnas ini akan semakin meriah.

Head of Marketing Shopback Indonesia Inge Kosasih mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan lebih dari 160 e-commerce yang sebagian besar sudah berpartisipasi dalam Harbolnas ini.

Vice President of Merchant Business Doku Rizki Siwu mengatakan Doku telah mendukung Harbolnas selama 3 tahun dan pihaknya sangat antusias karena Harbolnas menjadi momen dimana para merchant mengembangkan e-commerce-nya, selain itu banyak brand juga berpartisipasi dan UMKM yang juga menjadi kesempatan menuju online.

Menurutnya, baik bagi penjual maupun pembeli, momen ini jadi kesempatan untuk membuat e-commerce Indonesia semakin matang dan dalam hal ini Doku mendorong untuk gerakan nontunai. 

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan pemerintah menyambut baik inisiatif para pelaku e-commerce untuk menggelar Harbolnas.

Menurutnya, yang terpenting justru adalah adanya unsur produksi dan distribusi di dalamnya.  Semakin besar nilai transaksi yang terbukukan akan makin banyak potensi keuntungan atau manfaat para pedagang online, terutama kalangan UMKM dan wirausaha pemula yang merupakan bagian terbesar dari perdagangan cara baru ini.

“Keberhasilan Harbolnas kemudian akan menjadi inspirasi bagi UMKM seluruh Indonesia untuk lebih intens memanfaatkan digitalisasi,” katanya melalui keterangan tertulisnya.

Dia menambahkan, pada gilirannya ekosistem e-commerce akan makin solid dan akan meningkatkan kapasitas ekonomi digital.

“Ekonomi digital yang kini merupakan bagian paling menentukan bagi ekonomi nasional secara keseluruhan,” katanya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top