NATAL DAN TAHUN BARU 2018: Penerbangan Dari Luar Negeri ke Bali Diprediksi Naik 10%

Angkasa Pura I memprediksi akan ada peningkatan jumlah penerbangan dari luar negeri menuju Bali sebesar 10% saat perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru.
Ni Putu Eka Wiratmini | 15 November 2017 17:59 WIB
Pesawat udara lepas landas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (13/6/2017). - Antara

Bisnis.com, DENPASAR -- Perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 diprediksi memberi dampak positif pada kedatangan wisatawan asing ke Pulau Bali.

Angkasa Pura I memprediksi akan ada peningkatan jumlah penerbangan dari luar negeri menuju Bali sebesar 10% saat perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

Kepala Humas Angkasa Pura I Arie Ahsanurrohim mengatakan penambahan jumlah penerbangan baru akan terasa pada pertengahan Desember seperti terjadi pada 3 tahun terakhir.

"Pastinya Bali masih menjadi tujuan wisata utama," katanya, Rabu (15/11/3017).

Adapun jumlah penerbangan sepanjang Januari hingga Oktober 2017 meningkat 6,5% menjadi 122.995 penerbangan dibanding periode sebelumnya.

Sementara, jumlah penumpang juga meningkat 9,40% sepanjang Januari-Oktober 2017 dibanding periode sebelumnya menjadi 18.165.344 penumpang.

Wisatawan mancanegara yang datang ke Bali juga meningkat 23,79% pada Januari-Oktober 2017 menjadi 5.235.467 penumpang dibanding periode sebelumnya.

Sementara, jumlah ini telah mencapai 95,2% dari target Kementerian Pariwisata pada 2017 mengenai kunjungan wisman ke Bali.

Sriwijaya Air juga memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang menuju Bali sebesar 10%.

"Prediksi di beberapa tempat iya, Bali juga kan termasuk tujuan pariwisata favorit," kata Corporate Security Sriwijaya Air Agus Sujono.

Sementara, Lion Air juga berencana untuk meningkatan jumlah penerbangan menuju Bali sebanyak 2 flight lantaran tingginya permintaan pada tahun lalu.

"Mendekati tahun baru bisa ada 200-400 penumpang per hari ke Bali dan memang kebanyakan memilih Bali, lonjakan penumpang lebih pada tahun baru kalau Natal tidak terlalu signifikan," kata Manager Lion Air Area Bali Nusra Fajar Teguh Santoso.

Tag : bali, penerbangan, Natal dan Tahun Baru
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top