Pembangunan Bendungan Lolak di Sulut Dipercepat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mempercepat pembangunan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara sehingga tuntas pada 2019.
M. Syahran W. Lubis | 15 November 2017 22:59 WIB
Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dengan posisi progres pembangunannya mencapai 46% pada Rabu (15/11/2017). - Istimewa/Kementerian PUPR

Bisnis.com, BOLAANG MONGONDOW - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana mempercepat pembangunan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara sehingga tuntas pada 2019, lebih cepat dibandingkan dengan rencana semula 2020.

Bendungan Lolak terletak di Desa Pindol, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulut, dan merupakan salah satu bendungan baru yang pembangunannya dimulai pada 2015.

"Progresnya sudah 46%. Mudah-mudahan bisa kita percepat penyelesaiannya dari rencana 2020 menjadi 2019. Saya lihat kondisinya kondusif semoga kerjanya bisa lebih baik dan lebih cepat," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono usai meninjau lokasi pembangunan bendungan itu pada Selasa (14/11/2017).

Peninjauan ke Bendungan Lolak yang berjarak sekitar 210 km dari Kota Manado menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Menteri Basuki ke Sulut di samping meninjau pembangunan jalan tol Manado-Bitung dan Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Meski pengerjaannya dilakukan percepatan, Basuki mengingatkan mutu pekerjaan, serta kesehatan dan keselamatan kerja (K3) diminta tetap dikedepankan.

"Saya minta safety first dan zero accident. Pengawasan atau supervisi proyek harus teliti dan saya tidak mentoleransi kesalahan," ungkap Menteri PUPR sebagaimana siaran pers yang diterima Bisnis.com pada Rabu malam (15/11/2017).

Dia menjelaskan peringatan tersebut bukan bermaksud meragukan kemampuan kontraktor dan konsultannya.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua yakni Proyek Bendungan Lolak senilai Rp830 miliar secara tahun jamak tahun 2015 - 2019 dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk.

Terjadi perubahan desain konstruksi bendungan, sehingga dilakukan kontrak Proyek Bendungan Lolak Paket II senilai Rp821 miliar dengan kontraktor PT PP (Persero) Tbk - PT. Asfhri Putralora (Kerja Sama Operasi/KSO) dengan kontrak tahun jamak 2017 - 2021.

"Desainnya semula menggunakan peta gempa tahun 2004 yang kemudian diperbarui menggunakan peta gempa tahun 2010,” kata Menteri Basuki.

Perubahan memengaruhi pada lereng untuk sebagai timbunan dengan kemiringan lereng hulu 1:2,5 ditambah berm pada elevasi 110 dan kemiringan lereng hilir 1:2.25 ada penambahan berm pada elevasi 95.

Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan tentang Sertifikasi Bendungan Lolak telah diterbitkan tanggal 25 Januari 2016. Kemudian dilanjutkan dengan dikeluarkannya Sertifikat Persetujuan Desain Bendungan Lolak dan Sertifikat Pelaksanaan Konstruksi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Tanggal 28 Januari 2016

Sebagai perusahaan konsultan supervisi adalah PT Indra Karya (Persero)-PT Mettana Engineering Consulta-PT Barunadri Engineering Consultant (KSO).

 

Bendungan ini memiliki luas area genangan 97,46 hektare dengan kapasitas tampung mencapai 16,1 juta meter kubik.

Saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Dengan adanya Bendungan Lolak, diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air irigasi terutama pada musim kemarau yang selalu kekeringan dan penyediaan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Bendungan Lolak merupakan salah satu dari 13 bendungan baru yang kontrak pembangunannya ditandatangani pada 2015.

Sepanjang 2015-2019, Kementerian PUPR akan membangun 64 bendungan baru yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan (on going) untuk mendukung Nawa Cita mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.

Hadir dalam kunjungan itu anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, Direktur Operasional PT PP M. Toha Fauzi, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Dirjen Bina Marga Arie Seriadi Moerwanto, Dirjen Sumber Daya Air Imam Santoso, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Djidon R. Watania, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bendungan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top