BIOSKOP ASING: Lotte Cinema Segera Hadir di Indonesia

Bioskop Lotte Cinema tidak lama lagi akan hadir di Indonesia. Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pengusaha bioskop Lotte Cinema
Nurhadi Pratomo | 03 September 2017 13:37 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Bioskop Lotte Cinema tidak lama lagi akan hadir di Indonesia.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan pengusaha bioskop Lotte Cinema.

Disebutkan , dalam waktu dekat Lotte Cinema membuka kantor produksi dan bioskop di Indonesia untuk memutarkan film produksi dalam negeri.

Seperti diketahui Lotte Group akan menyemarakkan persaingan bisnis bioskop berjaringan di Indonesia melalui ekspansi anak usahanya, Lotte Cinema.

Lotte Group memastikan diri untuk menguatkan posisinya di Indonesia dengan menyasar berbagai segmen bisnis, termasuk Lotte Cinema dan Lotte Chemicals.

Hal tersebut sebelumnya dikemukakan saat agenda pertemuan antara Kepala Badan Kreatif Triawan Munaf, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dengan Chairman Lotte Shin Dong Bin di Korea Selatan.

 “Sebagai liason minister, saya berhubungan dengan Lotte Group untuk berbagai area bisnis, termasuk Lotte Cinema dan Lotte Chemicals. Salah satunya Lotte Cinema yang berencana untuk melakukan feasibility study,” kata Triawan Munaf kepada Bisnis, Selasa (4/7/2017).

Kendati demikian, dia mengatakan belum bisa memaparkan nilai investasi yang akan digelontorkan oleh Lotte Group terkait upaya ekspansinya di bisnis bioskop di Indonesia.

Hingga saat ini, Lotte Group sudah memiliki anak perusahaan yang bernama PT. Lotte Indonesia yang memproduksi dan menjual produk permen karet, biskuit, dan permen.

Salah satu alasan terkuat Lotte Group untuk menancapkan bisnisnya di Indonesia adalah kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang dinilai cukup stabil. Tak hanya itu, pasar China yang dulunya sangat potensial bagi Lotte, kini berubah.

“Sudah lima bulan semua Lotte Supermarket di China ditutup oleh China akibat tingginya ketegangan politik antara China dengan Korea Selatan terkait sistem pertahanan Amerika Serikat,” tuturnya.

Sebagai gambaran, Lotte Cinema berdiri pada 1999 dan merupakan bagian dari Lotte Shopping Co., Ltd. Di Korea Selatan, Lotte Cinema telah mengoperasikan 105 bioskop dengan jumlah layar mencapai 738.

Di luar negeri, Lotte Cinema melakukan ekspansi pertama kali di Vietnam pada 2008. Saat ini Lotte Cinema memiliki setidaknya 16 bioskop dengan total 73 layar. Mengikuti ekspansinya di Vietnam, Lotte Cinema juga membuka 11 bioskop di China dengan jumlah layar 87.

Sebelumnya, investor dari negara yang sama yakni CJ CGV Co. Ltd, yaitu multiplex cinema chain terbesar di Korea Selatan juga sudah menancapkan bisnisnya di Indonesia yang bermitra dengan Blitz.

CGV sendiri telah memiliki cabang di berbagai negara seperti China, Turki, Vietnam, United States dan Myanmar. Saat ini CJ CGV Co, Ltd telah memiliki 347 bioskop dengan 2.679 layar tersebar di seluruh dunia.

Dia sempat mengungkapkan langkah pemerintah saat ini gencar untuk menggenjot jumlah bioskop di Indonesia sekarang masih sangat sedikit, tidak ideal dibandingkan besarnya jumlah penduduk dan luasnya wilayah negara. Menurut dia, total jumlah layar yang ada di Indonesia baru mencapai 1.200 layar.

Bekraf menyebutkan jumlah layar bioskop yang ada di Indonesia sekarang hanya setara dengan jumlah bioskop di Shanghai, China. Adapun angka yang dianggap ideal adalah 9.000-15.000 layar.

Mengutip data Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), jumlah layar di Indonesia mencapai 1.359 dengan total bioskop mencapai 280 pada tahun ini. Angka ini sudah mencakup bioskop jaringan dan independen.

Adapun, pemain bioskop jaringan di Indonesia antara lain 21/XXI/IMAX, CGV Blitz, Cinemaxx, dan Platinum dengan proporsi terbesar dikuasai oleh lain 21/XXI/IMAX.

Sementara itu, prospek yang subur di sektor ini juga memacu penambahan bioskop-bioskop independen di beberapa daerah. Tak hanya itu, masih banyaknya daerah yang belum memiliki bioskop juga dinilai menjadi faktor pemacu kebangkitan industri bioskop lokal.

“Di Pulau Jawa, khususnya di level kabupaten/kota, belum banyak bioskop yang didirikan. Belum lagi wilayah Sulawesi dan Kalimantan, keberadaan bioskop masih memusat di level ibu kota provinsi saja,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Sjafrudin.

Djonny, yang juga pemilik beberapa bioskop independen menyebutkan pihaknya telah memiliki beberapa bioskop yang tersebar mulai dari Pangkal Pinang, Cilacap, Semarang, Banjarnegara, dan Bandung.

Dia mengatakan sudah memiliki rencana untuk membuka bioskop baru di tujuh kota. Sayangnya dia belum bersedia membeberkan rencananya secara detail. Kendati demikian, Djoni mengungkapkan industri ini tergolong padat modal sehingga bantuan dari pemerintah, misalnya berupa pinjaman lunak, dinilainya bakal memacu pertumbuhan jumlah layar di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bioskop

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top