Konstruksi PLTU Jawa 4 2x1.000 MW Dimulai

Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 berkapasitas 2x1.000 mega watt (MW)yang merupakan proyek perluasan PLTU Tanjung Jati, Jepara, Jawa Tengah.
Duwi Setiya Ariyanti | 31 Agustus 2017 14:17 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JEPARA--Konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 4 berkapasitas 2x1.000 mega watt (MW)yang merupakan proyek perluasan PLTU Tanjung Jati, Jepara, Jawa Tengah.

Kepala Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) I Made Suprateka mengatakan proyek ini akan menghasilkan listrik 2.000 MW dari kapasitas eksisting 2.640 MW. Ditargetkan, konstruksi fisik menghabiskan waktu 50 bulan hingga 56 bulan.

"Kami tegaskan bahwa PLTU yang akan dibangun ini adalah PLTU yang akan melengkapi eksisting Tanjung Jati yang kemarin kapasitasnya mencapai 2.600 dan nantinya dengan tambahan Tanjung Jati ini 2.000 menjadi 4.600," ujarnya saat jumpa pers di lokasi proyek PLTU Jawa 4, Desa Tubanan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Kamis (31/8/2017).

Adapun, proyek tersebut dikelola konsorsium PT Bhumi Jati Power yang terdiri dari Sumitomo Corporation dengan kepemilikan saham 50%, PT United Tractors, Tbk 25%, The Kansai Electric Power Co., Inc 25%.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Bhumi Jati Power Boy Gemino Kalauserang mengatakan untuk unit I diharapkan bisa selesai di Mei 2021 dan unit berikutnya pada September 2021. Proyek yang membutuhkan investasi US$4,2 miliar yang berasal dari project financing.

Dengan sumber dana yang berasal dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi tujuh bank komersial yaitu Mizuho Bank Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Limited, Sumitomo Mitsui Trust Bank Limited, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, The Norinchukin Bank dan Singapore's Oversea-Chinese Banking Corporation Limited yang dijamin NEXI Overseas Investment Insurance.

Adapun, proyek dibangun dengan skema build operate transfer (BOT) dengan durasi 25 tahun sejak proyek beroperasi secara komersial (commercial operation date/COD). Pembangkit dibangun menggunakan teknologi ultra super critical yang bisa menciptakan efisiensi 8% hingga 10% karena kemampuan pengaturan tekanan dan suhu yang lebih baik. Dengan demikian, bisa menghasilkan emisi lebih rendah dan pasokan batubara yang lebih sedikit.

"Investasi US$4,2 miliar di mana pembiayaan project kombinasi permodalan dan pinjaman bank," katanya.

Tag : pltu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top