Hipmi Jaya Godok Skema Pembiayaan Start Up Berbasis TI

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta atau Hipmi Jaya sedang menggodok skema pembiayaan yang tepat bagi para start up yang menjalankan usaha berbasis teknologi informasi.
Bambang Supriyanto | 30 Agustus 2017 17:38 WIB
Ketua Umum Hipmi Jaya Afifuddin Kalla - beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta atau Hipmi Jaya sedang menggodok skema pembiayaan yang tepat bagi para start up yang menjalankan usaha berbasis teknologi informasi.  

Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengungkapkan, industri perbankan konvensional menolak membiayai pengusaha muda yang merupakan start up di bisnis berbasis teknologi, karena mereka dinilai tidak masuk perhitungan.

Bank konvensional, sambungnya, jelas sekali tidak sembarangan dalam mengucurkan kredit. Bank sudah pasti mempertimbangkan soal aset sebagai jaminan pembiayaan.   

"Kami segera mencari solusi agar bisnis model baru berbasis TI mudah mendapatkan financing dari bank. Ini salah satu masalah, sekaligus salah program yang ingin segera kami tuntaskan dalam kepengurusan baru," ungkap Afi Kalla di sela-sela Rakerda Hipmi Jaya, Rabu (30/8).

Selain itu, sambungnya, Hipmi Jaya telah menetapkan tujuh program yang harus diimplementasikan dalam periode kepengurusan 2017-2020.

Dia menjelaskan, Hipmi Jaya segera mengajak pakar dan pengusaha muda, serta generasi milineal usia di bawah 30 tahun untuk duduk bersama membahas sistem dan formulasi yang tetap agar perusahaan start up mendapatkan financing dari bank konvensional.

Dia menjelaskan, perbankan konvensional menyatakan tidak mengetahui skema dan valuasi terhadap kinerja perusahaan start up yang mengajukan pinjaman.

Afi mencontohkan, Go-Jek yang masih disubsidi tetapi valuasi dinilai naik. "Hal itulah yang membuat bank konvensional tidak memahami konsep bisnis berbasis teknologi informasi."

Program lain yang mendesak disebar luaskan kepada seluruh anggota Hipmi Jaya adalah aplikasi internal Jaya Connect. Aplikasi itu merupakan modifikasi dari sejumlah aplikasi yang telah ada sebagai wahana komunikasi bisnis anggota.

"Semua data base anggota ada di Jaya Connect. Mereka bisa berkomunikasi langsung dengan sesama anggota untuk menjalin kerja sama bisnis."

Selain itu, ujar Afi, Hipmi Perguruan Tinggi yang ditargetkan berdiri di 30 PT bisa terealisasi pada masa kepemimpinannya dalam 3 tahun mendatang.

Program lainnya yang juga sangat penting adalah menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Dalam waktu dekat Hipmi Jaya berkolaborasi dengan Pemprov DKI pada Trade Expo yang akan digelar di ICE BSD pada Oktober," ungkap Afi.

Dia menjelaskan, program lain yang strategis adalah mempererat sinergi BPD Hipmi Jaya dengan BPC di lima wilayah kota dan di Kepulauan Seribu.

Hal itu, sambungnya, untuk menghindari overlapping dan koordinasi lebih teratur. Misalnya, terkait dengan pembentukan Hipmi PT yang diharapkan setiap BPC bisa membentuk empat Hipmi PT. "Pada waktu saya menjadi ketua BPC Hipmi Jatim bisa terbentuk empat Hipmi PT. Ini bukan terlalu sulit untuk direalisasi."

Tag : start up
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top