Food Station Tjipinang Antisipasi Penurunan Produksi Padi

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo menyampaikan, pihaknya kini terus mencari pasokan gabah guna mengantisipasi kemungkinan produksi padi yang menurun pada akhir tahun.
Azizah Nur Alfi | 29 Agustus 2017 17:03 WIB
Warga melintas di samping beras yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo menyampaikan, pihaknya kini terus mencari pasokan gabah guna mengantisipasi kemungkinan produksi padi yang menurun pada akhir tahun.

Pasokan gabah pecah kulit mulai didatangkan dari Makasar sebesar 2.000 ton sejak dua pekan lalu. Di luar itu, Food Station terus mencari pasokan dari beberapa wilayah sentra produksi padi.

Arief mengatakan, pasokan gabah diprediksi mulai berkurang pada November dan Desember yang bersamaan dengan musim kemarau. Belum lagi, serangan hama wereng dan tikus yang masif di Pulau Jawa.

"Jadi satu bulir padi hanya menghasilkan padi 30%. Tetapi saya percaya Mentan punya strategi. Kami juga dapat jaminan dari Mentan jika pasokan mulai menurun akan dibackup," katanya dihubungi pada Senin (28/8).

Ini sejalan dengan data Ditjen Tanaman Pangan menunjukkan, luas serangan wereng batang coklat periode Januari-Agustus 2017 sebesar 62.543 ha, lebih tinggi dari periode yang sama 2016 sebesar 24.377 ha.

Tag : produksi beras
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top