Kata.ai Raup Pendanaan US$3,5 Juta

Kata.ai yang dulu bernama Yess adalah startup yang menyediakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satunya adalah chatbot di LINE bernama Jenna yang dikembangkan untuk PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 29 Agustus 2017  |  12:28 WIB
Kata.ai Raup Pendanaan US$3,5 Juta
Logo Kata.ai

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan Kata.ai mendapatkan suntikan dana senilai US$3,5 juta dari kelompok investor yang dipimpin oleh Trans-Pacific Technology Fund asal Taiwan.

Kata.ai yang dulu bernama YesBoss adalah perusahaan yang menyediakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang aplikasinya mencakup asisten pribadi hingga chatbot.

Perusahaan yang berbasis di Jakarta tersebut antara lain telah bekerja sama dengan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengembangkan chatbot di platform LINE yang diberi nama Jenna.

Jenna merupakan asisten virtual yang berhubungan dengan pelanggan Unilever lewat media sosial. Saat ini Jenna telah ‘berteman’ dengan 1,4 juta pengguna LINE dengan rata-rata lama sesi percakapan mencapai 4 menit. Bahkan, Jenna pernah berdialog selama 2 jam dengan salah satu pengguna produk Unilever.

Suntikan modal senilai US$3,5 juta diumumkan pada Selasa (29/8/2017) lewat siaran pers yang diterima Bisnis. Trans-Pacific Technology Fund (TPTF) sebagai investor pemimpin dalam tahap pendanaan seri A yang juga melibatkan MDI Ventures milik grup PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Acces Ventures asal Korea Selatan, dan Convergence Ventures.

Investor lain yang terlibat adalah VPG Asia, Red Sails Investments, dan seorang angel investor bernama Eddy Chan. TPTF juga menempatkan Barry Lee sebagai salah satu anggota dewan direksi di Kata.ai.

“Aplikasi AI di Indonesia yang ekonominya tumbuh pesat sangat luas. Platform Natural Language Processing (NLP) milik Kata.ai memberikan pebisnis kemampuan untuk berinteraksi dengan pelanggan secara efisien, terutama dalam kultur yang senang ngobrol,” kata Lee.

CEO Kata.ai Irzan Raditya mengatakan Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara adalah pasar yang tepat untuk pengembangan chatbot.

“Melihat perkembangan penetrasi mobile dan pengiriman pesan, serta perilaku pasar, regional ini jauh lebih menjanjikan dibandingkan wilayah lain di dunia,” kata Irzan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup