IPC Keruk Kanal CBL pada Kuartal II/2018

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation memperkirakan tahap konstruksi proyel Cikarang Bekasi Laut (CBL) bisa dimulai pada kuartal II/2018. IPC saat ini masih menempuh tahap perizinan, termasuk pengerjaan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal.
Rivki Maulana | 28 Agustus 2017 18:04 WIB
Ilustrasi - jict.co.id

BIsnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation memperkirakan tahap konstruksi proyel Cikarang Bekasi Laut (CBL) bisa dimulai pada kuartal II/2018. IPC saat ini masih menempuh tahap perizinan, termasuk pengerjaan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal.

Saptono Irianto, Direktur Komersial dan Pengembangsn Bisnis IPC, mengatakan tahap konstruksi akan terbagi dalam pekerjaan pengerukan kanal dan pembangunan terminal untuk bongkar muat petikemas. Kedua tahap konstruksi tersebut menurut Saptono bakal dikerjakam secara simultan.

"Sekarang kami masih urus administrasi, setekah semua selesai kits akan lakukan kegiatan fisik. Timeline-nya tahun depan, paling cepat di triwulan kedua," ujar Saptono kepada Bisnis.com, di Jakarta, (25/8/2017)

Dia menerangkan, IPC sudah mengajukan permintaan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk memanfaatkan kanal CBL untuk kegiatan transportasi. Selain IPC, Kementeriam PUPR juga sudah memberikan lampu hijau kepada PT Cikarang Listrindo Tbk untuk memanfaatkan kanal CBL sebagai jalur angkutan batu bara pembangkit listrik.

Untuk diketahui, kanal CBL merupakan sarana pengendalian banjir yang operasionalnya berada di bawah Kementerian PUPR. Kanal CBL berfungsi menampung aliran air dari lima sungai yaitu, Sungai Cikarang, Sadang, Jambe, Pasir, dan Bekasi Hilir.

Agar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan transportasi, kanal CBL perlu diperlebar dan dikeruk sehingga lebar bawah mencapai 55 meter dan kedalaman -4,5 mLWS. IPC nantinya akan memperlebar dan mengeruk kanal ini sepanjang 25 km.

Selain itu, IPC juga akan membangun terminal yang bakal terhubung dengan Jalan Tol Cilincing-Cibitung (JTCC) yang saat ini masih dalam tahap konstruksi. Kanal CBL akan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan di jalan tol.

Proyek kanal CBL yang akan menelan investasi hingga Rp 3,4 triliun ini diharapkan mampu meningkatkan arus volume kontainer dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Cibitung, Cikarang, dan Karawang. Secara keseluruhan, kanal CBL dirancang bisa menampung arus petikemas hingga 3 juta TEUs per tahun

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipc

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top