Pengembang Berharap KPR Segera Turun

Sejumlah pelaku usaha menantikan efek pemangkasan suku bunga acuan 7 days repo rate supaya segera diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan guna mendongkrak daya beli masyarakat di sektor properti di tengah kondisi pemulihan yang berlangsung.
Anitana Widya Puspa | 28 Agustus 2017 20:11 WIB

JAKARTA—Sejumlah pelaku usaha menantikan efek  pemangkasan suku bunga acuan 7 days repo rate supaya segera diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan guna mendongkrak daya beli masyarakat di sektor properti di tengah kondisi pemulihan yang berlangsung. 

Presiden Direktur PT Summarecon Agung, Tbk. Adrianto P Adhi mengapresiasi upaya pemerintah dalam menurunkan suku bunga acuan yang diharapkan dapat mengerek daya beli masyarakat dalam membelanjakan uangnya di sektor properti. Namun saat ini penurunan suku bunga acuan perlu direspon dengan cepat melalui penurunan suku bunga kredit perbankan. 

“Bi Repo Rate dipangkas tapi suku bunga bank belum turun masih di kisaran 9% ke atas kan sama saja bohong. Daya beli properti sangat terkait suku bunga bank. Pasti akan memberi efek positif,” katanya kepada Bisnis usai acara konferensi pers Pradita Institute Senin (28/8). 

Dia menuturkan saat ini SMRA tengah membidik segmen masyarakat end user yang sensitif dengan perubahan suku bunga bank dan memilih cara pembayaran yang memudahkan. Berbeda dengan karakteristik investor yang bersikap menunggu kondisi politik Indonesia. 

Konsumen properti  dinilainya masih mengandalkan kredit pemilikan rumah (KPR) bekerja dengan cicilan setiap bulan yang dirasakan lebih ringan dibandingkan dengan cicilan langsung kepada pengembang yang memiliki periode lebih singkat.

 

Tag : kpr
Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top