HIN dan PPI Garap Potensi Hotel di Perbatasan Indonesia

PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa perhotelan, dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Identifikasi Potensi Pengembangan Hotel di Perbatasan Indonesia
Mia Chitra Dinisari | 27 Agustus 2017 11:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hotel Indonesia Natour (Persero)/HIN, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa perhotelan, dan PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Identifikasi Potensi Pengembangan Hotel di Perbatasan Indonesia

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama HIN Iswandi Said dan Presiden Direktur PPI Arif Suhartono yang disaksikan oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno di Gedung Kementerian BUMN.
Kesepakatan ini untuk mengidentifikasi potensi pengembangan hotel di daerah perbatasan dengan melakukan studi awal dan persiapan rencana kerja sama.

Nota Kesepahaman ini juga bertujuan untuk membangun kemitraan dan sinergi yang saling menguntungkan antara kedua pihak dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan realisasi kerja sama harus sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan dan prosedur yang berlaku.

Adapun acara ini merupakan salah satu dari sembilan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Sinergi BUMN yang dilakukan oleh tujuh anak perusahaan IPC dengan tujuh BUMN, anak perusahaan BUMN dan Pemerintah Daerah Belitung Timur.

Tujuh anak perusahaan IPC yang dimaksud adalah PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI).

Sementara, tujuh BUMN dan Anak Perusahaan BUMN tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perum Perikanan Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Berdikari Logistik Indonesia, PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Timah Tbk (Persero).

Mengenai kerja sama antara HIN dan PPI, kedua pihak sepakat untuk melaksanakan sinergi BUMN sebagai perwujudan dari “BUMN Hadir Untuk Negeri” di daerah perbatasan Indonesia. Dalam mempersiapkan rencana kerja sama ini, kedua perseroan akan melakukan studi awal guna menjajaki kemungkinan dilakukannya kerja sama yang dimaksud.
Iswandi mengatakan kerjasama dengan PPI ini sejalan dengan pelaksanaan program transformasi perusahaan 2017-2021 yang meliputi tahapan: Turn Around (2017), Growth (2018), Leading (2019), Worldwide (2020) dan Expansion (2021).

“Transformasi ini bertujuan untuk mengembangkan HIN yang memiliki nama komersial Inna Hotels & Resorts sebagai hotel milik bangsa yang mempersembahkan keramahtamahan khas Indonesia dan sebagai market leader untuk jaringan perhotelan nasional di tengah persaingan yang kompetitif,” kata Iswandi.
Iswandi menerangkan kerja sama dengan PPI juga sesuai dengan target yang ingin dicapai oleh Hotel Indonesia Group (HIG) 

Tag : hotel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top