Kinerja Portal Properti, Anomali Ditengah Lemahnya Daya Beli

Pelaku usaha portal jual beli properti di Indonesia mengaku terus menunjukkan pertumbuhan kinerja yang signifikan meski di tengah kondisi daya beli masyarakat yang melemah.
Ipak Ayu H Nurcaya | 25 Agustus 2017 08:13 WIB

JAKARTA – Pelaku usaha portal jual beli properti di Indonesia mengaku terus menunjukkan pertumbuhan kinerja yang signifikan meski di tengah kondisi daya beli masyarakat yang melemah.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan inflasi pada Juni 2017 hanya menyentuh angka 0,69% secara bulanan. Bulan puasa dan Lebaran yang biasaya membuat tingkat konsumsi masyarakat melonjak, ternyata tak banyak memberi pengaruh. Inflasi terkontrol hingga mencapai titik terendah selama tiga tahun terakhir.

"Bersamaan dengan itu, beredar pula kabar banyaknya kios ritel yang tutup lantaran performa penjualan mereka turun drastis. Tak heran jika berhembuslah isu bahwa ekonomi Indonesia melemah yang ditandai menurunnya daya beli masyarakat, tapi kami punya anomali lain," katanya, Jumat (25/8).

Untung melanjutkan di tengah santernya kabar daya beli masyarakat yang turun, situs properti Rumah123.com justru mencatatkan adanya peningkatan transaksi properti.

Padahal, meski masuk dalam kategori kebutuhan primer, harga properti yang tergolong tinggi dipastikan akan terkena dampak paling besar terkait penurunan daya beli tersebut.

Dirinya menilai adanya ketidakselarasan kabar tersebut jika disandingkan dengan data yang dimiliki Rumah123.com. Berdasarkan data yang diolah tim Business Intelligence Rumah123, tercatat adanya peningkatan performa di sektor properti.

Data peningkatan ini tercatat mulai dari pencarian hingga pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Tren pencarian pada Semester I/2017 ini tercatat naik sebesar 64,95% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pengajuan KPR meningkat dengan tren yang didominasi usia 30-39 tahun. Sekitar 46,86% pengajuan KPR berada di rentang usia tersebut, dengan 16,47% di antaranya adalah mereka yang berpenghasilan Rp5 - Rp9 juta per bulannya.

Tag : properti
Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top