Masyarakat Perkeretaapian Indonesia Menilai Penting TOD

Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) menilai transit oriented development (TOD) penting bagi para pelaku usaha transportasi berbasis rel guna mendukung pendapatan.
Yudi Supriyanto | 23 Agustus 2017 21:27 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan stasiun kereta bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/2). - Antara/Lucky R.

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) menilai transit oriented development (TOD) penting bagi para pelaku usaha transportasi berbasis rel guna mendukung pendapatan.

Ketua Umum Maska Hermanto Dwiatmoko mengatakan perusahaan transportasi berbasis rel akan mengalami kerugian kalau hanya mengandalkan pendapatan dari penjualan tiket.

“Tapi prinsip, saya kira, ini [TOD] mendukung transportasi. Artinya kalau kita bicara transportasi, kalau hanya tarif saja, pasti rugi,” kata Hermanto di Jakarta pada Rabu (23/8/2017).

Dia menjelaskan pendapatan perusahaan transportasi berbasis rel dari penjualan tiket hanya sekitar 50%, sementara pendapatan dari TOD mencapai 30%, dan sisanya sekitar 20% berasal dari pendapatan lain-lain seperti iklan.

Dalam membangun dan mengelola TOD, lanjutnya, perusahaan transportasi berbasis rel bisa menggandeng swasta. Perusahaan penyelenggara transportasi bisa menerapkan pembagian keuntungan dengan swasta pengelola TOD.

“Oleh karena itu dicari jalan lain, salah satunya TOD, itu menambah pendapatan [perusahaan] supaya tidak rugi,” katanya.

Terkait dengan TOD, saat ini seluruh pihak menunggu peraturannya yang sedang disusun oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top