HET BERAS: Pengusaha Minta Kenaikan Harga Gabah Jadi Pertimbangan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pihak meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan dalam pembahasan Harga Eceran Tertinggi beras yang kini belum juga usai.
Azizah Nur Alfi | 22 Agustus 2017 18:25 WIB
Petani membersihkan gabah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pihak meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan dalam pembahasan Harga Eceran Tertinggi beras yang kini belum juga usai.

Hasil pemantauan PT Food Station Tjipinang Jaya menunjukkan, harga gabah kering panen di sentra produksi padi seperti di Karawang di atas Rp5.000 per kg, Jawa Barat Rp5.200 - Rp5.500 per kg.

Adapun, harga gabah terendah diantaranya Lampung Rp4.800 per kg dan Makasar Rp4.400 per kg. Ini belum termasuk biaya pengiriman ke Jakarta sebesar Rp500 per kg.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo menyampaikan, serangan hama wereng dan tikus yang masif di Pulau Jawa menyebabkan produksi menurun, sehingga memicu harga gabah naik.

Selain itu, produksi mulai menurun seiring berakhirnya masa panen gaduh pada Agustus, September, Oktober. Sementara, harga gabah yang lebih rendah seperti di Makasar dan Lampung, karena wilayah tersebut masuk masa panen.

Untuk memenuhi stok, Food Station baru-baru ini mendatangkan 1.000 ton gabah dari Makasar, yang ditopang dengan kapasitas penggilingan padi lima ton per jam. Stok Food Station per 22 Agustus 2017 sebesar 45.975 ton.

"Dalam menentukan harga beras, yang pertama dilihat adalah harga gabah. Jika harga gabah itu di atas, pasti harga [beras] tinggi. Food Station memberi masukan kondisi yang sebenarnya, kondisi saat ini," katanya ditemui usai mengikuti rapat Rembuknas 2017 di Badan Litbang Pertanian, Selasa (22/8).

Arief menambahkan, harga beras naik sejalan pelaksanaan kebijakan fleksibilitas Harga Pembelian Pemerintah oleh Bulog per 7 Agustus kemarin. Jenis IR-64 III atau kualitas medium, yang paling terdampak karena fleksibilitas ini.

Dia menunjukkan, harga IR-64 III di Pasar Induk Beras Cipinang di angka Rp8.100 - Rp8.160 per kg pada 1 Agustus - 7 Agustus 2017. Setelahnya, harga naik signifikan pada 8 Agustus dan tertinggi pada 22 Agustus sebesar Rp8.525 per kg. Angka ini belum termasuk biaya operasional seperti pengemasan, distribusi, dan karyawan.

Diketahui, Bulog memperoleh fleksibilitas harga sebesar 10% di atas HPP untuk penyerapan 850.000 ton beras selama kurun waktu 7 Agustus - 31 Desember 2017. Harga pembelian beras oleh menjadi Rp8.030 per kg dari HPP yang semula Rp7.300 per kg.

Tag : Harga Beras, gabah
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top