Operator Taksi Sebut Pemkot Pekanbaru Lemah

Operator taksi yang ada di Pekanbaru menilai pemda setempat lemah dan tidak tegas terhadap pengemudi ojek dan taksi berbasis aplikasi internet.
Arif Gunawan | 21 Agustus 2017 12:07 WIB
Demonstrasi taksi di Pekanbaru - Bisnis.com/Arif

Bisnis.com, PEKANBARU -- Operator taksi yang ada di Pekanbaru menilai pemda setempat lemah dan tidak tegas terhadap pengemudi ojek dan taksi berbasis aplikasi internet.

Manajer Operasional Riau Taksi Ronald mengatakan aksi besar-besaran hari ini adalah buntut dari kelemahan dan tidak tegasnya pemkot.

"Pemkot Pekanbaru tidak bertindak atas beroperasinya ojek dan taksi online. Harusnya bisa tegas dan lakukan penertiban. Kami ini resmi berbadan hukum dan bayar pajak," katanya Senin (21/8/2017).

Ronald mengatakan operator taksi sudah memberikan kontribusi bagi daerah dari berbagai bidang, mulai membuka lapangan kerja.

Lalu membayar pajak setiap tahun, melakukan uji kir berkala, bila telat akan ditilang dan dikenakan sanksi hukum.

Pihaknya meminta pemkot segera mengambil tindakan tegas atas operasional ojek dan taksi berbasis aplikasi internet tanpa izin.

"Kami hanya minta pemkot tegas, ikuti semua aturan dan perundangan yang berlaku bila memang taksi online ini berjalan di Pekanbaru," katanya.



Adapun saat ini ratusan supir taksi dari berbagai perusahaan operator angkutan umum itu tengah mengajukan unjuk rasa ke kantor wali kota dan DPRD setempat, untuk menyampaikan aspirasi penertiban ojek dan taksi berbasis aplikasi internet.

Tag : Gojek
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top