Kemenperin Bakal Revitalisasi 1.700 SMK pada 2018

Pemerintah menyalurkan anggaran senilai Rp800 miliar untuk merevitalisasi 1.700 Sekolah Menengah Kejuruan pada 2018. Sekolah kejuruan yang bakal direvitalisasi setara 20% dari total sekolah kejuruan di Indonesia.
N. Nuriman Jayabuana | 21 Agustus 2017 17:12 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan), Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kedua kiri) dan Seskab Pramono Anung meluncurkan program Pendidikan Vokasi Industri di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (28/7). - ANTARA/Biropers Setpres

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menyalurkan anggaran senilai Rp800 miliar untuk merevitalisasi 1.700 Sekolah Menengah Kejuruan pada 2018. Sekolah kejuruan yang bakal direvitalisasi setara 20% dari total sekolah kejuruan di Indonesia.

Program tersebut bertujuan untuk menyelaraskan kesesuaian alat praktik sekolah kejuruan dengan teknologi produksi yang terpasang di industri. Dana tersebut bakal disalurkan melalui dana alokasi khusus (DAK) yang dititipkan kepada provinsi. Setiap sekolah yang menjadi target revitalisasi memperoleh DAK senilai Rp500.

”Pasalnya, peralatan SMK sekarang banyak yang tertinggal dua generasi,” ujar Sekjen Kemenperin Haris Munandar dalam siaran pers, Senin (22/8/2017).

Pemerintah daerah perlu mengajukan proposal kepada Kementerian Keuangan untuk mendaftarkan sekolah menengah kejuruan di wilayahnya sebagai target revitalisasi. Kementerian Perindustrian menjadi instansi yang menyeleksi kelaikan proposal yang diajukan daerah.

Menurut Haris, salah satu kriteria yang mesti dipenuhi adalah keterkaitan SMK dengan industri yang sudah ada. “Misalnya, kawasan industri yang menjadi pusat industri otomotif, maka SMK yang didorong adalah yang berbasis studi teknik permesinan atau pengelasan sehingga sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Program itu merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memastikan kompetensi SDM sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah ingin melibatkan sebanyak 1.775 SMK dan 355 industri dalam program vokasi. Sebanyak 1.035 SMK dan 307 industri telah bergabung dalam keberlangsungan program itu dalam tiga tahap di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta Jawa Barat.

Kemenperin menargetkan peningkatan produktivitas manufaktur dengan adanya program peningkatan kualitas SDM.

Kemenperin mencatat, dengan rata-rata pertumbuhan industri sekitar 5% hingga 6% per tahun, dibutuhkan lebih dari 500.000 sampai 600.000 tenaga kerja baru setiap tahun. Badan Pusat Statistik mencatat tenaga kerja pada tahun 2016 lebih dari 120 juta orang. Sebanyak 15,9 juta di antaranya merupakan pekerja sektor manufaktur. Pada tahun 2017, jumlah tenaga kerja sektor industri diproyeksikan mencapai 16,3 juta orang.

Tag : pendidikan kejuruan (vokasional)
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top