Ini Startup Logistik Asing yang Berpeluang Masuk ke Indonesia

Peluang bisnis logistik Indonesia amat menggiurkan sejak booming e-commerce beberapa tahun terakhir. Perusahaan logistik asing pun berlomba-lomba masuk ke Indonesia tak terkecuali usaha rintisan alias startup.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 30 Juni 2017  |  21:31 WIB
Ini Startup Logistik Asing yang Berpeluang Masuk ke Indonesia
Truk melintasi Jalan Diponegoro di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/6). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, SANGATTA-Peluang bisnis logistik Indonesia amat menggiurkan sejak booming e-commerce beberapa tahun terakhir. Perusahaan logistik asing pun berlomba-lomba masuk ke Indonesia tak terkecuali usaha rintisan alias startup.

Sebut saja Ninja Van asal Singapura atau Deliveree dan aCommerce asal Thailand. Bahkan penyedia jasa transportasi online asal Malaysia, Grab, juga terjun ke bisnis logistik lewat GrabEkspress.

Berikut adalah daftar startup logistik asing yang berpeluang masuk ke pasar Indonesia:

1. Skootar

Skootar adalah layanan on demand logistics ternama di Thailand. Startup ini berdiri pada 2014 dan melayani pesan antar barang di kota Bangkok menggunakan motor.

Pendirinya adalah anak muda bernama Kamolprudh Jumbala. Saat ini Skootar baru melayani pengantaran dokumen dan parcel. Namun dalam waktu dekat akan dikembangkan ke transportasi, pengiriman makanan dan lain-lain.

2. SendIt

SendIt merupakan startup milik Ascend Group. Sama seperti Skootar, jasa pengiriman on demand ini juga berasal dari Thailand. SendIt memberikan jaminan senilai minimal 5000 Baht untuk setiap dokumen atau parcel yang dikirim via kurirnya.

3. Lalamove

Startup yang satu ini cukup booming di Hongkong. Awalnya perusahaan ini bernama EasyVan. Namun, seiring perkembangan bisnisnya dan agar lebih mudah diucapkan berganti menjadi Lalamove.

Perusahaan ini didirikan oleh Chow Shing-Yuk dan mendapatkan pendanaan perdananya pada 2014 senilai US$31,5 juta. Di negara asalnya Lalamove mendapat julukan "Uber for Logistics".

4. Giztix

Pada 2015 startup ini memenangi Echelon Thailand Startup Launchpad mengalahkan 100 peserta lain. Didirikan oleh Sittisak Wongsumnuk pada Agustus 2015, startup ini setidaknya disokong pendanaan yang besar dari KK Group Singapura dan DTAC Accelerate Thailand. Sayangnya nilainya tidak disebutkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
logistik

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top