Insiden Balon Udara Nyangkut SUTT, PLN Imbau Warga Patuhi Aturan

PT Perusahaan Listrik negara (PLN) bersama pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat untuk bermain balon udara karena berpotensi menganggu jaringan transmisi kelistrikan dan menganggu aktivitas penerbangan.
Stefanus Arief Setiaji | 27 Juni 2017 18:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik negara (PLN) bersama pemerintah daerah mengimbau kepada masyarakat untuk bermain balon udara karena berpotensi menganggu jaringan transmisi kelistrikan dan menganggu aktivitas penerbangan.

Direktur PLN Muhammad Ali mengatakan gangguan balon udara yang tersangkut di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) telah menyebabkan SUTT trip, istilah gangguan listrik.

“Gangguan balon udara yang tersangkut di SUTT menyebabkan SUTT trip. Akibatnya beberapa GI [gardu induk] padam dan layanan kepada pelanggan pun padam,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (27/6/2017).

Dia menuturkan proses pengambilan balon udara dilakukan oleh regu pemeliharaan yang standby selama libur panjang Lebaran. Untuk penanganan balon udara di SUTT Wonosobo—Merica, diatasi oleh regu dari Base Camp Wonosobo sebanyak tujuh orang personil.

“Untuk balon yang di SUTT Wonosob—Temanggung dan Wonosobo—Secang dilakukan oleh Tim dari Base Camp Salatiga. Proses penurunan balon memerlukan waktu sekitar 3 jam sampai dengan 5 jam tergantung lokasi dan beratnya medan yang ditempuh,” kata Ali.

Akibat gangguan itu, pemadaman terjadi di daerah sekitar Wonosobo, Dieng, dan Wadaslintang. Balon udara selain menyebabkan terjadinya pemadaman listrik juga mengganggu penerbangan pesawat udara.

Pemda sudah mengeluarkan surat larangan bermain balon udara. “Sebaiknya masyarakat mematuhi himbaun untuk kepentingam bersama.”

Tag : pln, listrik
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top