MUDIK LEBARAN 2017: Menhub, Menteri PUPR Makan Bareng Supir di Kampung Rambutan

Terminal Kampung Rambutan, yang dulu begitu dikenal jorok dan kurang aman, kini seperti berubah. Setidaknya, itulah yang dipaparkan sopir bus di Terminal Kampung Rambutan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 25 Juni 2017 23:08 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan supir di Terminal Kampung Rambutan - Bisnis / Gloria Fransisca Katharina Lawi

Bisnis.com, JAKARTA - Terminal Kampung Rambutan, yang dulu begitu dikenal jorok dan kurang aman, kini seperti berubah. Setidaknya, itulah yang dipaparkan sopir bus di Terminal Kampung Rambutan.

Ujang Kusnadi (38), sopir bus Karunia Bakti jurusan Jakarta-Garut (Singaparna) mengatakan ada banyak perubahan pada mudik kali ini. Beberapa perkembangan positif  itu adalah peningkatan kualitas dan kebersihan di kawasan terminal.

"Kalau sekarang toilet-toilet semakin lebih bersih, terus angka kejahatannya berkurang," jelas Ujang di Terminal Kampung Rambutan, Minggu (25/6/2017).

Ujang merupakan salah satu sopir bus yang ikut menikmati sajian Lebaran nasi kebuli bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Dia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan dua menteri tersebut. Menurutnya santap bersama dan mengobrol di hari raya Lebaran menandakan adanya kekeluargaan antara para menteri dengan masyarakat.

Ujang mengaku pada hari Lebaran pertama, 25 Juni 2017, dirinya akan mengemudikan bus Karunia Bakti menuju Garut pada pukul 17.00 WIB dengan lama perjalanan enam jam tanpa kemacetan.

"Jadinya saya tidak Lebaran, saya bertugas," ungkapnya.

Dia menjelaskan, jika terjadi kemacetan diperkirakan bus akan menempuh perjalanan delapan jam. Oleh sebab itu, dia sudah melakukan sejumlah persiapan sebelum berkendara.

Besok, 26 Juni 2017 Ujang juga akan melalui perjalanan kembali dari Garut ke Jakarta.

Ujang mengatakan dalam pengamatannya, tingkat keramaian di Terminal Kampung Rambutan sesungguhnya mengalami penurunan. "Sebetulnya tahun sekarang lebih kurang," ujarnya.

Dia memprediksi selain penumpang yang dirasakan menurun, ada faktor waktu Lebaran yang jatuh pada hari Minggu dan libur yang lebih panjang satu minggu sebelumnya. Sehingga banyak pemudik yang sudah melakukan mudik jauh sebelum waktu cuti bersama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top