Ribuan Pemudik Sepeda Motor Bertolak dari Tanjung Emas Semarang

Ribuan pemudik sepeda motor yang telah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (22/6/2017) setelah diangkut dengan kapal laut KM Dobonsolo, langsung bertolak melanjutkan perjalanannya menuju daerah masing-masing di sekitar Jawa Tengah.
Puput Ady Sukarno | 22 Juni 2017 14:40 WIB
Petugas memasukkan sepeda motor milik peserta mudik gratis ke dalam kapal KM Dobonsolo tujuan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (17/6). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, SEMARANG - Ribuan pemudik sepeda motor yang telah tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (22/6/2017) setelah diangkut dengan kapal laut KM Dobonsolo, langsung bertolak melanjutkan perjalanannya menuju daerah masing-masing di sekitar Jawa Tengah.

Ribuan pemudik tampak sangat antusias untuk melanjutkan perjalanan pulang kampung mereka dengan menggunakan sepeda motor, setelah semalam sebelumnya menghabiskan waktunya untuk beristirahat di atas kapal PELNI, KM Dobonsolo dalam gelaran Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Pantauan Bisnis.com dilapangan, ada yang berkendaraan sendirian, lantaran keluarganya sudah pulang kampung duluan, ada yang berboncengan dengan teman atau saudara, ada juga sekeluarga beserta anak dan istrinya.

Rata-rata meneruskan perjalanan yang tidak jauh dari Kota Semarang, seperti Blora, Kendal, Demak, Salatiga, Kota Semarang, Solo, Sukoharjo, dan lain sebagainya.

Seperti yang disampaikan Suyono, pekerja swasta di Kawasan Industri Pulogadung, yang akan mudik ke Blora. Dirinya yang baru pertama kali naik kapal saat mudik itu, mengaku sangat senang dan bersyukur atas keikutsertaannya pada program mudik gratis itu.

Pasalnya, kata dia, mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut ternyata sangat nyaman dan menyenangkan. "Saya baru kali ini naik kapal. Ternyata sangat enak, tidak seperti dibayangkan, bakal mabuk laut dan lainnya, tapi ternyata tidak seperti itu," ujarnya.

Menurutnya dengan menaikkan sepeda motor di atas kapal hingga tiba di Semarang, sangat membantu dirinya menghemat stamina yang akan digunakannya untuk menyelesaikan sisa perjalanannya menuju kampung halaman dengan berkendara sepeda motor.

"Paling tinggal beberapa jam sampai dirumah, bahan bakar irit. Pas dikapal juga dapat makan enak dua kali, bisa tidur nyenyak dengan kasur empuk, ada mushola bisa buat shalat tarawih berjamaah, ada warung kopi, ada hiburan musik juga. Enak lah pokoknya," ujar Yono.

Hal senada disampaikan Dion. Pemudik dengan tujuan Demak itu mudik menggunakan sepeda motor yang diangkut kapal, bersama istri dan satu anak gadisnya yang baru berusia 4,5 tahun.

"Enak mas, anak juga enggak rewel. Karena di atas kapal juga ada tempat bermain anak-anak, jadi tidak bosan. Bisa jalan jalan berkeliling kapal juga, bahkan ndak terasa kalau semalam semata hujan. Coba kalau pas nekat naik motor dari Jakarta dan hujan dijalan," ujarnya.

Bahkan pihaknya memastikan akan ikut naik kapal lagi saat arus balik ke Jakarta kelak.

"Saya sudah daftar untuk arus balik juga, nanti tinggal registrasi ulang. Paling tanggal 30 Juni saya balik ke Jakarta lagi, karena tanggal 3 Juli 2017 sudah mulai masuk," tutur karyawan di Kawasan Industri Cakung tersebut.

Tag : mudik lebaran
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top