ASURANSI TANI: Baru Tecapai 35%, Pemerintah Tingkatkan Edukasi

Kementerian Pertanian mendorong edukasi kepada para petani terkait kepesertaan asuransi usaha tani padi. Keikutsertaan asuransi usaha tani padi per 19 Juni mencapai 353.189 ha dari target pencapaian 1 juta ha.
Azizah Nur Alfi | 19 Juni 2017 14:11 WIB
Petani menanam bibit padi pada musim tanam di Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Jumat (5/5). - Antara/Feny Selly

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian mendorong edukasi kepada para petani terkait kepesertaan asuransi usaha tani padi. Keikutsertaan asuransi usaha tani padi per 19 Juni mencapai 353.189 ha dari target pencapaian 1 juta ha.

Adapun, realisasi keikutsertaan asuransi usaha tani padi pada tahun lalu sebesar 499.962 ha. Adapun lahan yang diklaim seluas 10.977 ha dengan nilai Rp65,8 miliar.

Dalam program ini, petani membayar premi asuransi sebesar Rp36.000 per musim tanam dari premi Rp180.000 per musim tanam. Sisa premi dibayarkan oleh pemerintah menggunakan APBN.

Ganti rugi diberikan kepada peserta yang intensitas kerusakan mencapai lebih dari 75% dari luas petak alami karena perubahan iklim maupun serangan hama, dengan nilai pertanggungan Rp 6.000.000 per hektar per musim tanam.

"Proses ini juga masih perlu edukasi kepada para petani," tutur Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana, Senin (19/6/2017)

Tag : padi, asuransi
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top