Kotamobagu Akan Perluas Perkebunan Kopi Hingga 400 Ha

Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara bakal menambah area perkebunan kopi seluas 300-400 hektare tahun ini guna memenuhi permintaan kopi yang terus meningkat.
Rivki Maulana | 19 Juni 2017 07:55 WIB
Petani merawat tanaman kopi Arabika Kate di lereng gunung Sindoro desa Tlahab, Kledung, Temanggung, Jateng, Senin (5/6). - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, KOTAMOBAGU -- Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara bakal menambah area perkebunan kopi seluas 300-400 hektare tahun ini guna memenuhi permintaan kopi yang terus meningkat.

Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengatakan saat ini luas perkebunan kopi di Kotamobagu sudah tidak memadai untuk menggenjot produksi. Sementara itu, permintaan kopi khas Kotamobagu terus mengalir. Alhasil, pasokan kopi justru didatangkan dari luar wilayah Kotamobagu.

"Kita harus buka lahan untuk memenuhi animo dari luar daerah dan luar negeri. China, Ukraina, dan Belanda sudah datang ke sini dan mereka minta dalam jumlah besar," jelas Tatong selapas penandatanganan kerja sama dengan Bank Indonesia di Kotamobagu, Minggu malam (18/6/2017).

Tatong menerangkan, saat ini pemerintah kota telah membangun jalan akses menuju lokasi perkebunan senilai Rp36 miliar. Di samping itu, secara keseluruhan bakal disediakan 170.000 bibit kopi yang bakal ditanam di area seluas 300 hektare. Adapun saat ini luas area perkebunan kopi di Kotamobagu mencapai 192 hektare.

Menurut Tatong, sebagian tanaman kopi di kota seluas 68 km2 itu diremajakan (replanting). Dia menambahkan, sebagian dari jumlah bibit yang disiapkan sudah ditanam sedangkan sisanya masih dalam tahap persiapan lahan.

Selain memperluas area kebun, Pemkot Kotamobagu juga bekerjasama dengan BI guna membina petani kopi, mulai dari proses praproduksi hingga pascaproduksi. Tatong menekankan, kapasitas petani kopi harus ditingkatkan karena petani menjadi ujung tombak budidaya kopi di Kotamobagu. "Petani harus masuk dalam pemeliharaan dan pengelolaan pascapanen, terlebih Kotamobagu sudah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional,' ujar Tatong.

Soekowardojo, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara mengatakan bantuan kepada petani kopi di Kotamobagu merupakan bagian dari misi bank sentral dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di setiap wilayah.

"Kopi merupakan salah satu komoditas yang penting bagi masyarakat dunia, bukan hanya bagi konsumen tapi juga bernilai ekonomi bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi," jelasnya.

Dia menambahkan, kualitas kopi robusta Kotamobagu tak kalah dengan daerah penghasil kopi lain di Indonesia. Potensi geografis Kotamobagu juga sangat mendukung untuk budidaya kopi, terutama kopi organik.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup