Luhut Optimistis Proyek Infrastruktur Selesai Tahun 2019

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakini bahwa beberapa proyek infrastruktur seperti light rail transit atau LRT dan revitalisasi kereta Jakarta-Surabaya bisa rampung pada 2019.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 Maret 2017 12:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meyakini bahwa beberapa proyek infrastruktur seperti light rail transit atau LRT dan revitalisasi kereta Jakarta - Surabaya bisa rampung pada 2019.

Misalnya, untuk revitalisasi kereta api Jakarta - Surabaya sudah dipastikan bahwa pihak Jepang menjadi kontraktor. Pemerintah Indonesia akan melakukan studi kelayakan bersama dengan Jepang.

“Kita berharap pada 2019, LRT juga berulang kali saya katakan nilai sekitar Rp23 triliun, kita danai dari PMN dan Adhi Karya dan konsorsium terlibat selesai akhir 2019,” ungkap Menko Luhut pada acara Coffee Morning di Gedung BPPT, Jumat (24/3/2017).

Menko Luhut mengakui masih banyak pekerjaan infrastruktur yang belum terintegrasi. Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo akan memetakan pengintegrasian.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan batal melakukan lelang internasional guna memilih konsultan pra-studi kelayakan proyek revitalisasi kereta api Jakarta – Surabaya. Pemerintah pun menunjuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk ikut serta dalam membuat pra studi kelayakan proyek tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, langkah Kementerian tersebut sesuai kesepakatan rapat yang dilakukan di Kementerian Koordinator Maritim. Dia menambahkan, akan melakukan penunjukan langsung pengerjaan pra-studi kelayakan proyek revitalisasi kereta api Jakarta – Surabaya.

Langkah tersebut, ungkapnya dapat dilakukan mengingat BPPT memiliki badan layanan umum yang dapat berfungsi sebagai konsultan, yakni pusat pelayanan teknologi (Pusyantek) BPPT.

Luhut mengungkapkan, tidak akan ada lelang internasional untuk mencari konsultan pengerjaan pra studi kelayakan proyek revitalisasi KA Jakarta - Surabaya seperti yang akan dilakukan sebelumnya pada Maret tahun ini.

Meskipun begitu, paparnya, pihaknya dapat memasukan individu-individu yang ada dalam sebuah konsultan menjadi bagian dalam tim Badan Pengkajian dan Penerapan Tekonologi (BPPT) jika diperlukan.

“Misalnya dari Jepang, misalnya dari Eropa, misalnya dari mana lagi? Australia, misalnya. Jadi, kita gabung untuk itu dengan tujuan kita juga masih tetap bisa mengendalikan hasilnya, pra-studi kelayakan ini,” kata Luhut.

Tim pra studi kelayakan tersebut, harapnya dapat bekerja pada Maret 2017 setelah pihaknya menyelesaikan kerangka acuan kerja yang sedang dibuat. Dia mengungkapkan, pihaknya akan menyelesaikan kerangka acuan kerja pra-studi kelayakan proyek revitalisasi KA Jakarta - Surabaya pada akhir Februari 2017.

Selain itu, hasil pra-studi kelayakan proyek revitalisasi kereta api Jakarta – Surabaya, ungkapnya paling lambat Oktober tahun ini harus sudah selesai.

Tag : transportasi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top