Hadapi Internet of Things, Industri Jangan Cuma "Cari Aman

Ekonom Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengingatkan agar industri melihat perkembangan di masa depan.
Nurhadi Pratomo | 24 Maret 2017 23:45 WIB
Ilustrasi - Reuters/Kai Pfaffenbach

Bisnis.com, JAKARTA — Ekonom Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengingatkan agar industri melihat perkembangan di masa depan. Dia menilai masih banyak pelaku usaha yang mempertahankan cara-cara lama dalam berbisnis.

“Industri incumbent pada era sekarang [IoT] akan banyak mengalami kesulitan,” ujar Rhenald kepada Bisnis.com, Jumat (24/3/2017).

Kesulitan itu, lanjut dia, akan menimpa perusahaan maupun industri yang masih terjebak pada kesuksesan di masa lalu. Dia mencontohkan hal itu telah menimpa perusahaan transportasi konvensional yang terpukul karena adanya inovasi teknologi.

“Lawan-lawan yang dihadapi oleh perusahaan saat ini sudah “tidak terlihat”. Ancaman tak hanya datang dari dalam negeri tetapi secara global,” imbuh Rhenald.

Ditemui terpisah, Managing Director Technology Accenture Indonesia Engkun Juganda juga menilai pada era Internet of Things (IoT) pesaing dalam bisnis bisa datang dari arah yang tak terduga. Kini, para pelaku usaha tak bisa hanya membaca pergerakan dari kompetitor utama

“Kreativitas para pemegang perusahaan sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan,” jelas Engkun.

Dia menambahkan perkembangan teknologi akan mengarah kepada efisiensi dan personalisasi. Dalam beberapa waktu ke depan, menurut Engkun, manusia akan lebih mudah berkomunikasi dengan teknologi.

“Kalau di negara maju perubahan teknologi berlaku secara bertahap sedangkan di Indonesia trennya selalu melompat. Oleh karena itu, para pemimpin usaha tak boleh lengah menyikapi perkembangan tersebut,” jelas Engkun.

Tag : teknologi, industri, internet
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top