Hybrid Cloud Diprediksi Terus Berkembang

Teknologi hybrid cloud diprediksi terus berkembang di Indonesia. Senior Technology Consultant PCMan Pony Halim mengungkapkan tren teknologi cloud akan mengarah pada hybrid cloud karena lebih dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Agne Yasa | 22 Maret 2017 20:14 WIB
Ilustrasi - Canadian Cloud Backup

Bisnis.com, JAKARTA – Teknologi hybrid cloud diprediksi terus berkembang di Indonesia. Senior Technology Consultant PCMan Pony Halim mengungkapkan tren teknologi cloud akan mengarah pada hybrid cloud karena lebih dinamis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

"Di hybrid cloud, public cloud dan private cloud dikelola dalam sebuah sistem manajemen yang sama," ujar Pony di Jakarta pada Rabu (22/3/2017).

PCMan sendiri merupakan bagian dari solution provider Microsoft yang mengkhususkan pada teknologi cloud. Lebih lanjut, dia mengatakan akan semakin banyak perusahaan yang menggunakan cloud ke depannya.

“Ada perusahaan yang akan mengadopsi cloud seluruhnya, tetapi akan juga ada yang mengadopsi hybrid. Umumnya kalau tidak full cloud adalah hybrid cloud,” paparnya.

Dia mengungkapkan selama lima tahun ke belakang ini teknologi cloud menemukan momentumnya untuk berkembang, salah satunya layanan cloud dari Microsoft Azure.

“Dibandingkan sistmen konvensional atau on premises, biaya yang dikeluarkan perusahaan otomatis benar-benar yang dibutuhkan saja,” ujarnya.

Meskipun trennya berkembang, dia mengatakan di Indonesia penggunaannya masih belum tinggi karena masalah sosialisasi. Namun dia meyakini cepat atau lambat, banyak perusahaan akan memakai teknologi cloud.

Adapun sejauh ini untuk pengguna Microsoft Azure di Indonesia, Pony mengatakan berasal dari lintas sektoral dan industri. Namun industri yang memiliki regulasi di bawah OJK, relatif lebih lambat.

“Jadi yang berhubungan dengan keuangan, perbankan dan sebagainya, cenderung lebih lambat. Tapi di luar lingkup itu boleh dibilang sama rata, sudah berbondong-bondong naik ke cloud, contohnya industri manufaktur, sandang pangan, consumer goods,” paparnya.

Technology Specialist Azure Microsoft Indonesia Andhika Nugraha mengatakan di segmen korporasi besar, penggunaan hybrid cloud akan banyak digunakan karena berbagai kemudahan dan biaya yang lebih murah.

“Ada beberapa hal yang jauh lebih mudah dengan menggunakan cloud, tidak mungkin teknologi on premises karena investasinya besar jika dibuat sendiri,” ujar Andhika.

Lebih lanjut, dia memaparkan arah perkembangan penggunaan teknologi cloud ini juga akan bergantung pada segmen yang ada.

“Masing-masing sektor berbeda trennya. Microsoft melihat berbagai kemungkinan tersebut dan terus melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cloud computing

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top