Menko Luhut Yakini Indonesia Tak Perlu Impor Kapal Selam

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman yakin Indonesia tidak akan mengimpor kapal selam lagi
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 21 Maret 2017 15:34 WIB
Kapal selam. - .

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman yakin Indonesia tidak akan mengimpor kapal selam lagi.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan meninjau perkembangan proyek Alat Utama Sistem Pertahanan atau Alutsista seperti kapal selam.

Dia mengatakan ada 206 orang dari PT PAL Indonesia di Surabaya yang dikirim keluar negeri untuk belajar membuat kapal selam. Adapun 50 pekerja Indonesia yang baru saja kembali dari pelatihan pembangunan kapal di Korea Selatan.

"Mereka ini yang menjadi embrio agar Indonesia bisa membangun kapal-kapal bagus lainnya. Dengan melihat ini saya sangat yakin kita tidak perlu impor lagi," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (21/3).

Proyek ini adalah bagian dari kerja sama antara Kementerian Pertahanan dengan galangan kapal asal Korea Selatan, DSME. Kerjasama ini meliputi pembuatan tiga kapal selam dan mendidik sumber daya manusia Indonesia belajar membuat kapal selam ke negara tersebut.

"Saya senang melihat perkembangan pembangunan kapal yang sudah jadi ini, Anda kembali dari Korea Selatan untuk mengembangkan Alutsista kita. Saya percaya kalian dapat menciptakan yang lebih canggih lagi di masa datang," sambungnya.

Menko Luhut menambahkan, bagus atau tidaknya kualitas kapal selam tersebut bergantung pada pekerjanya, untuk itu dia pun meminta mereka untuk mempertahankan etos kerja dan disiplin. Maklum saja, Menko Luhut menilai kualitas kapal selam Indonesia belum sebaik negara tetangga lain, misalnya, Vietnam.

"Kami akan mempelajari mengapa Vietnam bisa mengekspor sampai 300 kapal dalam setahun. Vietnam ini negaranya ebih kecil dengan jumlah penduduknya hanya 1/6 dari jumlah masyarakat Indonesia," katanya.

 

Tag : kapal selam
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top